medcom.id, Jakarta: Ketua DPP Partai Gerindra Desmon J Mahesa menilai pernyataan Partai Demokrat yang memilih sikap mendukung pilkada langsung sekadar ingin membuat senang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tengah gencar mendukung pilkada langsung.
"Itu statement yang kesannya cuma bikin senang PDIP. Ini kan masih prematur. Apakah ini jadi satu kesatuan yang utuh. Karena kalau kita baca Pak Mubarak berbeda," kata Desmon di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2014).
Anggota Komisi III DPR RI ini meminta untuk menunggu hasil pengesahan RUU Pilkada yang sudah ditetapkan akan berlangsung 25 September. Menurut dia, di situ akan terlihat ketidaksolidan Partai Demokrat dalam mendukung pilkada langsung. "Apakah betul perbedaan itu ada? Kita tunggu saja," kata dia.
Dia menilai gejolak dukungan itu telah dirasakan Partai Gerindra serta Koalisi Merah Putih saat pilpres lalu. Kala itu, hampir mayoritas partai politik merapat ke PDIP. Namun, hal itu justru membuat Koalisi Merah Putih menjadi solid dalam memberikan dukungan terhadap keputusan.
"Kalau saya pada prinsipnya KMP itu karena kondisi saja yang membuat solid. Pada pilpres, hampir semua partai merapat ke Megawati, tapi ternyata responsnya mungkin jelek. Kondisi itu yang membuat KMP kuat," ujar dia.
Menurut dia, dalam politik tidak ada yang pasti. Akan banyak lobi-lobi di dalam parlemen untuk meraih dukungan terbanyak. Untuk itu, sekalipun Partai Demokrat secara resmi mendukung pilkada langsung tidak membuat gentar Partai Gerindra. "Politik ini kan dinamis, ada lobi-lobi di DPR," kata dia.
Partai Demokrat secara tegas mendukung pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung. Keputusan itu bertolak belakang dengan Koalisi Merah Putih yang gencar mendukung pilkada secara tidak langsung dengan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pilkada. Namun, keputusan Partai Demokrat itu dinilai tidak akan menjadi suara yang utuh menolak pilkada tidak langsung. Hal tersebut tergambar dengan munculnya pernyataan yang berbeda kader Partai Demokrat dalam menyikapi pilkada langsung atau tidak langsung.
medcom.id, Jakarta: Ketua DPP Partai Gerindra Desmon J Mahesa menilai pernyataan Partai Demokrat yang memilih sikap mendukung pilkada langsung sekadar ingin membuat senang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tengah gencar mendukung pilkada langsung.
"Itu statement yang kesannya cuma bikin senang PDIP. Ini kan masih prematur. Apakah ini jadi satu kesatuan yang utuh. Karena kalau kita baca Pak Mubarak berbeda," kata Desmon di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2014).
Anggota Komisi III DPR RI ini meminta untuk menunggu hasil pengesahan RUU Pilkada yang sudah ditetapkan akan berlangsung 25 September. Menurut dia, di situ akan terlihat ketidaksolidan Partai Demokrat dalam mendukung pilkada langsung. "Apakah betul perbedaan itu ada? Kita tunggu saja," kata dia.
Dia menilai gejolak dukungan itu telah dirasakan Partai Gerindra serta Koalisi Merah Putih saat pilpres lalu. Kala itu, hampir mayoritas partai politik merapat ke PDIP. Namun, hal itu justru membuat Koalisi Merah Putih menjadi solid dalam memberikan dukungan terhadap keputusan.
"Kalau saya pada prinsipnya KMP itu karena kondisi saja yang membuat solid. Pada pilpres, hampir semua partai merapat ke Megawati, tapi ternyata responsnya mungkin jelek. Kondisi itu yang membuat KMP kuat," ujar dia.
Menurut dia, dalam politik tidak ada yang pasti. Akan banyak lobi-lobi di dalam parlemen untuk meraih dukungan terbanyak. Untuk itu, sekalipun Partai Demokrat secara resmi mendukung pilkada langsung tidak membuat gentar Partai Gerindra. "Politik ini kan dinamis, ada lobi-lobi di DPR," kata dia.
Partai Demokrat secara tegas mendukung pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung. Keputusan itu bertolak belakang dengan Koalisi Merah Putih yang gencar mendukung pilkada secara tidak langsung dengan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pilkada. Namun, keputusan Partai Demokrat itu dinilai tidak akan menjadi suara yang utuh menolak pilkada tidak langsung. Hal tersebut tergambar dengan munculnya pernyataan yang berbeda kader Partai Demokrat dalam menyikapi pilkada langsung atau tidak langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)