Grace Natalie (Foto:MI/Susanto)
Grace Natalie (Foto:MI/Susanto)

Grace Natalie Ungkap Hoaks Perselingkuhan di SMW Jakarta 2019

Nasional Social Media Week Jakarta
Gervin Nathaniel Purba • 16 November 2019 22:55
Jakarta: Peredaran informasi palsu alias hoaks di media sosial marak terjadi, akhir-akhir ini. Hoaks menimbulkan dampak negatif. Salah satunya, pembunuhan karakter. Dampak tersebut dirasakan oleh Grace Natalie.
 
Grace Natalie yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diterpa isu negatif seiring dengan memanasnya suhu politik jelang Pilpres lalu.
 
Hoaks yang masif beredar di media sosial menuding Grace berselingkuh dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Isu itu pertama kali dihembuskan oleh akun palsu di media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang pertama kali melempar isu, akun anonim. Tidak tahu nama akunnya, menggunakan gambar animasi," ujar Sis Grace, biasa dia disapa. Grace membagikan kisahnya ini saat menjadi pembicara dalam rangkaian acara Social Media Week (SMW) Jakarta 2019, yang telah berlangsung pada 11-15 November, di The Hall, Senayan City, Jakarta.
 
Sis Grace menuturkan, awalnya tidak ingin menanggapi serius hoaks tersebut. Dia hanya menertawakannya bersama suami. Namun, hoaks tak kunjung reda. Sebagian orang tampak mulai termakan isu miring tersebut.
 
"Ketika saya di Bali untuk menghadiri konferensi, orang-orang di bandara menatap saya dengan tatapan seolah mengatakan 'dasar wanita binal'," kata Sis Grace.
 
Hoaks tersebut juga membuat Sis Grace ditendang keluar dari grup WhatsApp. Grup beranggotakan mayoritas perempuan yang duduk di parlemen.
 
"Banyak orang terdidik kok begitu gampang termakan berita hoaks. Namun sampai di situ, saya enggak depresi," katanya.
 
Perempuan berparas cantik ini mulai gelisah ketika teman-teman terdekat sang suami ikut membicarakannya. Sis Grace akhirnya merasa perlu mengambil sikap.
 
"Sempat muncul kabar, ada bukti video (perselingkuhan). Saya tantang balik untuk segera mengeluarkan video itu dalam waktu 24 jam. Kalau enggak, berarti kamu (akun palsu) bohong," ujar Sis Grace.
 
Setelah mengambil sikap, warganet yang semula merundung, berbalik mendukung Sis Grace. Lambat laun, akun palsu itu hilang dengan sendirinya. Begitu juga dengan hoaks yang tak terbukti kebenarannya.
 
Dari pengalaman tersebut Sis Grace menekankan betapa berbahayanya peredaran hoaks. Oleh karena itu, melalui SMW Jakarta 2019, warganet digugah kesadarannya untuk tidak memproduksi dan atau menyebarkan hoaks di media sosial. Warganet hendaknya kritis dan tidak mudah termakan hoaks.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif