Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. DOK Kemenag
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. DOK Kemenag

Menag Tegaskan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Nasional kementerian agama Ibadah Umrah DPR RI Kemenag Umroh Yaqut Cholil Qoumas
M Sholahadhin Azhar • 17 Januari 2022 14:57
Jakarta:Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia tidak dihentikan. Menag memastikan proses tersebut tetap berdasarkan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP).
 
“Tidak ada pemberhentian umrah. Saya juga sudah meminta kepada Pak Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah agar keberangkatan jemaah tetap menerapkan one gate policy,” tegas Menag saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Senayan, Senin, 17 Januari 2022.
 
Baca: Kemenag Berangkatkan 1.023 Jemaah Umrah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, skema tersebut dilakukan agar tak ada pemberangkatan jemaah umroh dari daerah. Menag mengatakan pemberangkatan umroh tak menentang aturan apapun.
 
“Jadi kalau sudah mendapat visa, dia berhak ke luar negeri. Tapi pemerintah berhak melakukan pengaturan,” jelas dia. 
 
Yaqut mengatakan ada usulan mencabut pengaturan one gate policy. Namun setelah kasus kasus tim advance penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang terkena Omicron, kebijakan satu pintu tetap diberlakukan.
 
“Kita masih pakai one gate policy aja masih ada yang kena, apalagi kalau dicabut, akan sangat riskan,” kata dia.
 
Jemaah umrah Indonesia diberangkatkan kali pertama pada pada 8 Januari 2022. Total 1.731 jemaah umroh diberangkatkan ke Arab hingga 15 Januari 2022. Dari jumlah itu, 400 jemaah dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada hari ini.
 
“Kita sudah melakukan evaluasi terhadap tim advance yang pulang dari Saudi. Evaluasi akan dilakukan lebih komprehensif seiring kepulangan jemaah umrah yang pertama,” tutur Menag.
 
Di sisi lain, Yaqut juga merespons potensi penggunaan asrama haji Pondok Gede sebagai tempat karantina jemaah umrah yang pulang dari Arab. Menag masih belum mendapatkan persetujuan dari Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19. 
 
“Pak Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah masih terus melakukan komunikasi agar asrama haji bisa diterima sebagai tempat karantina kepulangan karena biayanya juga lebih murah dibanding tempat lain. Saya kira ini bisa meringankan jemaah umrah,” kata Yaqut.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif