Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Jurnalis Senior Abdul Kohar Sebut Jejak Gus Yahya Sudah Mengglobal

Nasional PBNU Muktamar Nahdlatul Ulama nahdlatul ulama
MetroTV • 24 Desember 2021 14:19
Jakarta: Jurnalis Senior Abdul Kohar menanggapi terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pelantikan Gus Yahya dilakukan pada Muktamar ke-34 NU, Jumat, 24 Desember 2021.
 
"Gus Yahya merepresentasikan tokoh NU yang jejaknya sudah mengglobal. Bahkan secara kontroversial hadir ke Israel untuk mempromosikan Islam sebagai rahmat yang mendamaikan. Secara pengaruh juga harus disegani secara nasional dan global," kata Abdul dalam program Metro Siang, Metro TV.
 
Abdul menilai ini merupakan langkah baru bagi NU dalam memasuki abad kedua pendiriannya. Regenerasi melalui Gus Yahya dianggap sebagai angin segar dalam kiprah perpolitikan NU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Regenerasi ini dalam konteks penyegaran. Karena kultur NU tidak bisa dipisahkan dengan politik. Sulit menjaga jarak," kata dia.
 
Baca: Terpilih Jadi Ketum NU, Ini Profil Gus Yahya
 
Perolehan suara Gus Yahya lebih besar dibandingkan dengan Kiai Said dengan selisih 127 suara dalam pemungutan suara putaran dua di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila). Di putaran akhir perhitungan, Gus Yahya memperoleh 337 suara, sementara Kiai Said 210 suara. Terdapat blanko 1 suara dengan keseluruhan masuk 548 suara. (Mentari Puspadini)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif