Jakarta: Wacana menjadikan Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Umum PDIP pada tahun 2024 disebut aneh dan berniat buruk. Jokowi dinilai lebih pantas berkiprah di panggung internasional.
Ketua Umum Pengawal Pancasila Damai (PPD) Washinton P Situmorang mengatakan Jokowi sedang menjalani pemerintahan dan PDIP masih fokus mendukung pemerintahan Jokowi yang sedang menghadapi tantangan berat di tahun 2023.
"Bila ada yang berwacana tidak menarik, dan aneh-aneh yang berhubungan dengan PDI Perjuangan, Bu Mega, Pak Jokowi maupun Pak Ganjar, mungkin mereka lupa sejarah atau mungkin juga punya niat yang buruk," kata Washinton.
Washinton menilai Jokowi lebih pantas berada di panggung internasional ketimbang diwacanakan menjadi Ketum Parpol PDIP.
"Reputasi internasional Pak Jokowi selama ini juga rasa-rasanya pantas kita dukung bersama untuk berkiprah di panggung internasional, menjadi sekjen PBB misalnya," kata Washinton dalam pesan elektroniknya.
Dia menyebut saat ini pilihan kader PDI Perjuangan kepada Mega sebagai ketua umum harus diakui sebagai pilihan yang tepat. PDI Perjuangan sebagai Partai berbasis kader, telah melalui sejarah panjang, mulai dari masa Orde Baru.
"Partai ini telah mencetak kader-kader yang berkualitas dan telah terbukti rekam jejaknya, di antaranya Risma, Ganjar, Azwar Anaz, termasuk Jokowi, dan lain-lain," ujarnya.
Hal itu, kata Washinton, membuktikan bahwa mekanisme partai berjalan baik dan perlu diapresiasi. Perbicangan publik sehubungan dengan PDI Perjuangan menjadi menarik dengan kuatnya elektabilitas Ganjar diberbagai survei independen beberapa waktu belakangan ini.
"Kemudian bermunculan berbagai suara dukungan kepada beliau untuk menjadi Presiden. Dukungan seperti ini tentunya hal positif bagi Pak Ganjar dan Partainya, sepanjang dukungan ini murni aspirasi
akar rumput," katanya.
Wacana Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP bermula dari pembentukan relawan Kami-Ganjar. Gerakan itu diinisiasi advokat simpatisan Ganjar Pranowo bernama Joko Priyoski.
Joko mengatakan pihaknya akan menggelar doa bersama di Bogor pada Minggu 30 Oktober 2022. Selain peresmian Kami-Ganjar, acara itu juga ditujukan untuk mendoakan Ganjar Pranowo menjadi presiden dan Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP pada 2024.
Dia menjelaskan posisi Jokowi sebagai ketua umum akan memuluskan transisi kepemimpinan. Menurutnya, posisi itu membuat Jokowi bisa memastikan warisannya di pemerintahan bisa diteruskan Ganjar.
"Untuk PDI Perjuangan, kita tahu bahwa fatsun partai itu adalah demokrasi, bukan partai kerajaan, maka kami berharap Pak Jokowi mau dan bisa terpilih kelak menjadi Ketua Umum di Kongres PDIP Tahun 2024," ucap Joko.
Jakarta: Wacana menjadikan Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Umum PDIP pada tahun 2024 disebut aneh dan berniat buruk. Jokowi dinilai lebih pantas berkiprah di panggung internasional.
Ketua Umum Pengawal Pancasila Damai (PPD) Washinton P Situmorang mengatakan Jokowi sedang menjalani pemerintahan dan PDIP masih fokus mendukung pemerintahan Jokowi yang sedang menghadapi tantangan berat di tahun 2023.
"Bila ada yang berwacana tidak menarik, dan aneh-aneh yang berhubungan dengan PDI Perjuangan, Bu Mega, Pak Jokowi maupun Pak Ganjar, mungkin mereka lupa sejarah atau mungkin juga punya niat yang buruk," kata Washinton.
Washinton menilai Jokowi lebih pantas berada di panggung internasional ketimbang diwacanakan menjadi Ketum Parpol PDIP.
"Reputasi internasional Pak Jokowi selama ini juga rasa-rasanya pantas kita dukung bersama untuk berkiprah di panggung internasional, menjadi sekjen PBB misalnya," kata Washinton dalam pesan elektroniknya.
Dia menyebut saat ini pilihan kader PDI Perjuangan kepada Mega sebagai ketua umum harus diakui sebagai pilihan yang tepat. PDI Perjuangan sebagai Partai berbasis kader, telah melalui sejarah panjang, mulai dari masa Orde Baru.
"Partai ini telah mencetak kader-kader yang berkualitas dan telah terbukti rekam jejaknya, di antaranya Risma, Ganjar, Azwar Anaz, termasuk Jokowi, dan lain-lain," ujarnya.
Hal itu, kata Washinton, membuktikan bahwa mekanisme partai berjalan baik dan perlu diapresiasi. Perbicangan publik sehubungan dengan PDI Perjuangan menjadi menarik dengan kuatnya elektabilitas Ganjar diberbagai survei independen beberapa waktu belakangan ini.
"Kemudian bermunculan berbagai suara dukungan kepada beliau untuk menjadi Presiden. Dukungan seperti ini tentunya hal positif bagi Pak Ganjar dan Partainya, sepanjang dukungan ini murni aspirasi
akar rumput," katanya.
Wacana Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP bermula dari pembentukan relawan Kami-Ganjar. Gerakan itu diinisiasi advokat simpatisan Ganjar Pranowo bernama Joko Priyoski.
Joko mengatakan pihaknya akan menggelar doa bersama di Bogor pada Minggu 30 Oktober 2022. Selain peresmian Kami-Ganjar, acara itu juga ditujukan untuk mendoakan Ganjar Pranowo menjadi presiden dan Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP pada 2024.
Dia menjelaskan posisi Jokowi sebagai ketua umum akan memuluskan transisi kepemimpinan. Menurutnya, posisi itu membuat Jokowi bisa memastikan warisannya di pemerintahan bisa diteruskan Ganjar.
"Untuk PDI Perjuangan, kita tahu bahwa fatsun partai itu adalah demokrasi, bukan partai kerajaan, maka kami berharap Pak Jokowi mau dan bisa terpilih kelak menjadi Ketua Umum di Kongres PDIP Tahun 2024," ucap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)