Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya (kiri). Foto: MI/ SUSANTO.
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya (kiri). Foto: MI/ SUSANTO.

Deddy Mizwar Diminta Tidak Kembali ke Dunia Hiburan Selama Pilkada

Nasional pilkada jabar
Intan Yunelia • 13 Mei 2018 07:03
Jakarta: Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menilai munculnya Deddy Mizwar kembali ke dunia hiburan di bulan puasa nanti akan merugikan pasangan calon Pilkada Jawa Barat yang lain. Aktor pemeran Si Naga Bonar itu dinilai menyalahgunakan ruang publik demi kepentingan pribadi.
 
"Kalau rugikan pasti ini tidak sehat,” kata Willy kepada Medcom.id, Sabtu, 13 Mei 2018.
 
Bagi pejabat publik, lanjut Willy ada batasan-batasan beretika politik untuk muncul di ruang publik. Apalagi Deddy sedang dalam masa pencalonan kepala daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua faktor utama politik itu ada etika ruang publik. Itu yang dilanggar substansial oleh yang bersangkutan," ungkap Willy.
 
Ketua Umum Liga Mahasiswa NasDem ini mengatakan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) mempunyai kewajiban untuk menindaklanjuti hal ini. Bila ditemukan ada pelanggaran, Bawaslu bisa menghukum yang bersangkutan.
 
"Bawaslu seharusnya kalau secara hukum melihat ini prosesnya pencitraan diri atau tidak. Kalau ini dianggap seperti itu maka yang bersangkutan bisa dihukum. Terlepas dari itu Kira-kira ada potensi pesan kampanye di sinetronnya," jelas Willy.
 
Semestinya, Deddy ketika sudah terjun di kancah politik harus menanggalkan semua perkara di luar urusan politik. Apalagi dia sebagai pejabat publik. Sama halnya seorang tentara atau polisi yang harus mengundurkan diri saat mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah.
 
"Substansial itu pelanggaran etik. Tulis misalnya tentara saja meninggalkan jabatannya, anggota dewan saja mundur dari jabatannya ini artis masa masih bermain-main terus," pungkas Willy.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif