Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Jemaah First Travel

Wandi Yusuf 01 Juni 2018 16:46 WIB
kemelut first travel
Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Jemaah First Travel
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais. Foto: Antara/Ismar Patrizki.
Jakarta: Pemerintah diminta memperhatikan nasib jemaah First Travel yang gagal berangkat umrah. Vonis kepada bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan jangan sampai mengesampingkan nasib para jemaah yang menjadi korban.
 
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais mengatakan ganti rugi dan pengembalian dana jemaah yang gagal berangkat harus menjadi perhatian pemerintah.
 
"Selepas vonis dan dihukum, jangan dilupakan nasib uang setoran calon jemaah umrah yang gagal berangkat. Ini uang umat dan banyak dari kalangan tidak mampu," kata Hanafi Rais dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 1 Juni 2018.
 
Dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri Depok, Andika dan Anniesa dihukum kurungan penjara 20 dan 18 tahun penjara dengan Rp5 miliar. Hakim juga menetapkan 529 aset milik First Travel dirampas negara.

Baca: Jaksa Minta Hakim Kembalikan Aset Bos First Travel ke Korban

Hanafi mengatakan, kasus ini membuat 63.310 jemaah batal berangkat umrah dengan nilai kerugian mencapai Rp905 miliar.
 
"Banyak sekali uang orang yang tidak mampu yang rela mencicil. Kita harus menuntaskan pengembalian kepada korban yang sudah lama terkatung-katung," katanya.
 
Hanafi mengatakan, untuk mengusut tuntas dan mengawal penyelesaian kasus ini, dirinya mempertimbangkan untuk  mengusulkan membentuk Pansus DPR untuk kasus First Travel.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id