KPU: PK Hak Lembaga
Komisioner KPU Hasyim Asy'ari. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan menyesalkan laporan  Partai Keadilan dan Persatuan Bangsa (PKPI) terhadap Komisioner KPU Hasyim Asy'ari. Laporan bermula dari penyataan Hasyim yang menyebut KPU mempertimbangkan langkah peninjauan kembali (PK) atas kemenangan PKPI di pengadilan.

"Karena sesungguhnya opsi untuk mengajukan PK itu adalah hak lembaga. Persoalan kami menggunakan atau tidak, kami terus mengkajinya," kata Viryan di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 17 April 2018.

Viryan mengaku akan meminta masukan dari Komisi Yudisial (KY) atas keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengabulkan permohonan PKPI untuk lolos menjadi peserta Pemilu 2019. Biro Hukum KPU pun sedang mematangkan hal ini.


"Jadi kami meminta masukan juga salah satunya dari KY. Keputusan PTUN akan kami sampaikan ke KY dan kami sudah beraudiensi bertemu dengan Ketua KY (Aidul Fitriciada Azhari)," terang Viryan.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman menyebut pernyataan Hasyim adalah atas nama lembaga. Arief pun meminta KPU di daerah tenang menyikapi hal tersebut.

"Tetap solid dan kuat menjaga kebersamaan," ucap Arief.

Hasyim dilaporkan Sekretaris Jenderal PKPI Imam Anshori Saleh dan pengacaranya, Reinhard Halomoan, pada Senin, 16 April 2018. Laporan ini tertuang dengan nomor LP/2088/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

Baca: Hasyim Anggap Pelaporan PKPI Risiko Jabatan

Dia dituding melanggar Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Dalam laporannya, Reinhard menyebutkan PKPI telah mendapatkan nomor urut 20 pada Pemilu 2019 pada Jumat, 13 April 2018. Nomor urut diberikan setelah PKPI memenangkan putusan PTUN dalam sengketa dengan KPU. 

Setelah pemberian nomor urut terhadap PKPI, Hasyim menyatakan kepada media akan mempertimbangkan upaya PK atas putusan yang sudah didapat PKPI tersebut. PKPI pun menilai Hasyim menyebarkan berita bohong.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id