medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo tidak mengevaluasi kinerja menterinya saat menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin malam.
Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menjelaskan, sidang yang dihadiri seluruh menteri kabinet kerja ini hanya membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2016.
"Tidak ada evaluasi. Hanya membahas RKP 2016," katanya di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (13/5/2015).
Ia menambahkan, dalam rapat sudah dibahas rancangan mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Sayangnya, APBN tahun depan diprediksi masih defisit karena penerimaan negara tidak sebanding dengan belanja.
"Pagu indikatif sidah diberikan kemenkeu. Misalnya besarnya pendapatan yang Rp 1.900 triliun dan pengeluaran di atas Rp 2.000 triliun," tutur dia.
Sebelumnya, Andi menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak pernah memunculkan wacana reshuffle kabinet. Jokowi justru hanya akan mengevaluasi kinerja menterinya, bukan merombak menteri kabinet kerja.
"Tidak pernah kata itu (reshuffle) dimunculkan oleh Presiden. Yang dimunculkan adalah evaluasi kinerja," imbuh dia.
medcom.id, Jakarta: Presiden Joko Widodo tidak mengevaluasi kinerja menterinya saat menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin malam.
Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menjelaskan, sidang yang dihadiri seluruh menteri kabinet kerja ini hanya membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2016.
"Tidak ada evaluasi. Hanya membahas RKP 2016," katanya di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (13/5/2015).
Ia menambahkan, dalam rapat sudah dibahas rancangan mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Sayangnya, APBN tahun depan diprediksi masih defisit karena penerimaan negara tidak sebanding dengan belanja.
"Pagu indikatif sidah diberikan kemenkeu. Misalnya besarnya pendapatan yang Rp 1.900 triliun dan pengeluaran di atas Rp 2.000 triliun," tutur dia.
Sebelumnya, Andi menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak pernah memunculkan wacana reshuffle kabinet. Jokowi justru hanya akan mengevaluasi kinerja menterinya, bukan merombak menteri kabinet kerja.
"Tidak pernah kata itu (reshuffle) dimunculkan oleh Presiden. Yang dimunculkan adalah evaluasi kinerja," imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)