Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. Foto: Antara/Wahyu Putro
Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. Foto: Antara/Wahyu Putro

Jimly: Tak Ada Niat Buruk dari Pidato Kapolri

Nasional ormas
Misbahol Munir • 03 Februari 2018 08:03
Jakarta: Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak memiliki niat buruk mengabaikan ormas Islam di Tanah Air, selain Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Karena itu, kata Jimly, pernyataan Kapolri tidak perlu dibesar-besarkan apalagi dipolitisir.
 
"Kalau kita mau lihat positifnya, niatnya (Kapolri) tidak buruk. Cuma tata bahasanya kurang baik. Niatnya baik tapi yang keluar menjadi beda," ujar Jimly di Jakarta, Sabtu, 3 Februari 2018.
 
Menurut Jimly, pidato Tito soal ormas Islam yang kemudian menuai kritik dari sejumlah pihak tidak perlu lagi dipersoalkan lagi apalagi dibesar-besarkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tak usahlah kita besar-besarkan. Kita anggap sudah selesai. Namun ini harus jadi pelajaran bagi seluruh pejabat atau tokoh publik dalam berbicara pada masa mendatang," ujar Jimly.
 
Hal senada disampaikan ketua Komisi Fatwa MUI Huzaema Tahido. Ia meminta publik menyudahi persoalan viral video pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal ormas Islam.
 
Dia juga berharap publik tak terus menggoreng viral video pidato Kapolri Jenderal Tito lantaran semua telah berakhir. "Tak perlu lagi dibesar-besarkan sudah selesai," ujarnya.
 
Sementara itu, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, wajar bila ada kelompok ormas yang marah dan kecewa karena “seolah” dinegasikan oleh pidato Kapolri. Namun, lanjut Dahnil, tidak elok agaknya bila dipolitisasi berlebihan dengan pelbagai “bumbu-bumbu”-nya.
 
Meski demikian, Danil mengatakan, polemik pidato Kapolri soal ormas Islam tak perlu berlarut-larut dibahas, mengingat Tito Karnavian telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf.
 
“Kapolri sudah minta maaf. Saya kira beliau berbesar hati. Tidak mungkin dia sengaja menegasikan kelompok lain, ditengah kondisi saat ini. Jadi, saya tidak melihat ada unsur kesengajaan atau kebencian dari pernyataan tersebut," kata Dahnil.
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif