Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Presiden Dipilih MPR Bangkitkan Oligarki

Nasional Amendemen UUD 45
Candra Yuri Nuralam • 30 November 2019 17:21
Jakarta: Tokoh Nahdlatul Ulama Salahuddin Wahid (Gus Solah) tidak sepakat dengan usulan presiden dipilih oleh MPR lantaran tak sesuai prinsip demokrasi. Ia menilai pemilihan presiden tak langsung juga bertentangan dengan amanat reformasi.
 
"Yang muncul adalah oligarki," kata Gus Solah di kediamannya, Jalan Bangka, Tendean, Jakarta Selatan, Sabtu 30 November 2019.
 
Menurut Gus Solah pemilihan langsung telah memberikan banyak manfaat. Misalnya, muncul banyak tokoh pemimpin yang mumpuni seperti Presiden Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, atau Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Solah mengatakan dari segi substansi memilih pemimpin seharusnya memang dilakukan langsung rakyat. Pemilihan langsung diyakini banyak memunculkan pemimpin berkualitas dan berprestasi.
 
"Kita kan melihat nama-nama yang muncul tadi kan punya prestasi yang baik, jadi sayang sekali kalau kita kembali ke aturan yang lama," ujar Solah.
 
Menurut Gus Solah, mengembalikan pemilihan presiden ke MPR bisa menggerus kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Terlebih, suara MPR belum tentu pula sesuai keinginan rakyat.
 
"Tidak memungkinkan orang-orang baik bisa muncul. Cuma saya setuju pemilihan oleh DPRD itu dilakukan untuk tingkat kabupaten dan kota," ucapnya.
 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sempat mengusulkan presiden dan wakil presiden kembali dipilih MPR. Rekomendasi PBNU kepada MPR itu berdasarkan hasil musyawarah alim ulama di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, pada 2012.
 
"Intinya, PBNU merasa pemilihan presiden dan wapres (wakil presiden) lebih bermanfaat, bukan lebih baik, lebih tinggi kemaslahatannya, lebih baik dikembalikan ke MPR ketimbang (dipilih rakyat) langsung," kata Ketua MPR Bambang Soesatyo usai bertemu Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Rabu, 27 November 2019.
 
Sementara itu, Istana Kepresidenan menegaskan presiden tetap harus dipilih langsung rakyat. Presiden Joko Widodo tak mau sistem pemilihan presiden dikembalikan kepada MPR.
 
"Beliau (Jokowi) tegas mengatakan, 'Saya lahir dari pemilihan presiden secara langsung. Karena itu, saya akan tetap mendukung pemilihan presiden secara langsung, tidak melalui MPR'," kata juru bicara Presiden Fadjroel Rachman.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif