Ray Rangkuti (kedua dari kanan) (Foto:Renatha Swasty)
Ray Rangkuti (kedua dari kanan) (Foto:Renatha Swasty)

Pengamat: Dalang Walk Out Demokrat Adalah SBY Sendiri

Renatha Swasty • 28 September 2014 21:48
medcom.id, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bakal mencari dalang dibalik walk out nya anggota Fraksi Partai Demokrat menjelang voting saat rapat paripurna pengesahan UU Pilkada, Kamis 25 September lalu. Namun, hal ini dinilai tidak perlu dilakukan lagi oleh Ketua Umum Partai Demokrat itu.
 
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatakan dalang sebenarnya dari aksi tersebut adalah SBY. Ray menyebut, seharusnya sejak awal dia bisa membatalkan UU Pilkada lewat Kemendagri yang saat itu membacakan penetapan. Tetapi, hal itu tidak juga dilakukan SBY.
 
SBY, kata dia, justru pergi ke luar negeri dan pada akhirnya diolok-olok oleh masyarakat Indonesia. Setelah terjadi aksi penolakan masyarakat lewat Twitter, Ray menilai SBY kemudian keluar ke publik dan menyatakan tidak pernah meminta kader Demokrat walk out dari rapat paripurna. Padahal, seorang  anggota Fraksi Partai Demokrat menyebutkan keputusan walk out atas persetujuan dari SBY.

"Ketika anda menanyakan siapa dalangnya, kami dengan tegas menyebut dalangnya adalah anda sendiri. SBY sendiri dalangnya dengan anaknya Ibas," tegas Ray dalam jumpa pers Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia 'Menolak UU Pilkada Pengkhianat Demokrasi' di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (28/9/2014)
 
Ray dengan tegas menyebut SBY tidak perlu mencari dalang dalam diri orang lain, sebab dalang sesungguhnya adalah di dalam dirinya juga Ibas yang menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat.
 
"Carilah di dalam dirimu sendiri pak SBY, cari di dalam diri anakmu pak SBY. Karena di situlah dalang terbesar Pilkada tidak langsung dikembalikan. Jangan lagi kau tambahin lagi drama yang membebani, kami rakyat Indonesia sudah muak," tegas Ray.
 
Sebelumnya, sesaat sebelum voting penetapan RUU Pilkada, sekitar 120 kader partai Demokrat walk out dan hanya tersisa enam orang. Keenam anggota Fraksi Partai Demokrat memilih pilkada langsung. Keputusan walk out itu dianggap pengkhiatan, sebab SBY dengan tegas menyebut bakal mendukung Pilkada langsung.
 
Namun, belakangan diketahui, Ruhut Sitompul menyebut walk out 120 anggota Fraksi Partai Demokrat telah disetujui oleh SBY. Hal itu diketahui nya dari anggota kader lain, Sutan Bhatoegana yang bercerita bahwa Max Sopacua mendapatkan sms persetujuan dari SBY untuk memilih walk out.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>