Ketua MPR RI DR. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M
Ketua MPR RI DR. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M

Mengenal Lebih Dekat Ketua MPR RI dan Wakilnya

Gervin Nathaniel Purba • 18 Januari 2016 07:58
medcom.id, Jakarta: Zulkifli Hasan, politisi Partai Amanat Nasional terpilih sebagai Ketua  Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI 2014-2019.
 
Terpilihnya Zulkifli berdasarkan hasil pemungutan suara dalam Sidang Paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, 8 Oktober 2014.
 
Berikut ini profil Zulkifli berikut empat wakil Ketua MPR.


KETUA MPR RI
 
DR. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M
 
Mengenal Lebih Dekat Ketua MPR RI dan Wakilnya
 
Pria kelahiran Lampung pada 17 Mei 1962 ini mulai menjabat sebagai Ketua MPR RI sejak 8 Oktober 2014 menggantikan Sidarto Danusubroto untuk periode 2014-2019.
 
Pria yang kerap disapa Zul atau Bang Zul, pada masa kecilnya mulai mengenyam pendidikan pada 1969 dan menyelesaikannya pada 1975 di SD di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.
 
Kemudian, Bang Zul dibawa ayahnya ke Kota Tanjung Karang, Bandar Lampung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN).
 
Zulkifli diam-diam merantau ke Jakarta untuk bersekolah di SMA Negeri 53 Jakarta, meskipun pada akhirnya kepergiannya mendapat restu dari ibunda.
 
Setelah lulus SMA pada 1982, Bang ZUl melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana Jakarta dan membiayai kuliahnya secara mandiri. Setelah lulus S1 pada 1996, beberapa tahun kemudian dia melanjutkan pendidikan di Magister Manajamen Sekolah Tinggi Manajamen PPM Jakarta dan lulus pada 2003.
 
Sebelum terjun ke dunia politik, Bang Zul sempat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun tidak lama kemudian dia beralih profesi menjadi wirausahawan dan menuai sukses.
 
Bang Zul pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Batin Eka Perkasa (1988-2004), Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari (1997-2004), Presiden Direktur PT. Sarana Bina Insani (2000-2004), Komisaris PT. Hudaya Safari Utama (2000-2006), dan terakhir menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Batin Eka Perkasa (2004-2005).
 
Bang Zul memulai karier politik dengan menjadi Ketua Lembaga Buruh Tani dan Nelayan PWM DKI pada 2000 sampai 2005. Sebelumnya, dia pernah menjadi Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Buruh Tani dan Nelayan Provinsi Lampung, Wakil Ketua Panguyuban Masyarakat Lampung Sai, serta deklarator Ikatan Pemuda Lampung di Jakarta.
 
Pada periode yang sama juga, ayah empat orang anak ini dipercaya menjabat sebagai Ketua Departemen Logistik di DPP PAN.
 
Berkat posisi itu, Zulkifli diangkat menjadi Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional di DPR. Pada periode 2004-2009, Zulkifli Hasan diamanahkan menjadi Ketua Fraksi PAN DPR RI, dimana saat itu Ia berada di dalam komisi VI DPR yang membidangi perhubungan dan infrastruktur.
 
Selanjutnya, pria yang pernah menyabet Kadarman Award dari Strategic Change Leaders ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN pada periode 2005 hingga 2010.
 
Pada 2009, Bang Zul dipercaya oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu menjabat sebagai Presiden, mengangkatnya sebagai Menteri Kehutanan (sekarang Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia) periode 2009 hingga 2014.
 
Dia mulai menjabat sebagai Ketua Umum PAN periode 2015 hingga 2020, melalui kemenangan yang diperolehnya pada Kongres PAN di Bali dengan perolehan 292 suara pada 1 Maret 2015.
 

WAKIL KETUA MPR RI
 
1. H. Mahyudin, S.T., M.M
 
Mengenal Lebih Dekat Ketua MPR RI dan Wakilnya
 
Pria kelahiran Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan pada 8 Juni 1970, ini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR periode 2014-2019.
 
Pria yang memiliki darah campuran Bugis dan Banjar ini mulai mengenyam pendidikan di SDN 002 Sangatta Kalimantan Timur pada 1983. Tamat dari SDN 002, Mahyudin melanjutkan ke SLTP Singa Geweh Sangatta Kalimantan Timur pada 1986, lalu SMAN 2 Tanjung Kalimantan Selatan pada 1989.
 
Kemudian, dia menempuh kuliah S1 di Universitas Lambung Mangkurat pada 1996. Belum puas mengenyam pendidikan, Politikus Golkar itu melanjutkan S2 di Universitas Jendral Soedirman pada 2001.
 
Dalam perjalanan kariernya, ayah tiga anak ini menjabat sebagai Direktur CV Hapindo Utama 1998-2000. Mulai terjun ke dunia politik, Mahyudin menjabat sebagai Wakil DPRD Kabupaten Kutai Timur pada periode 2000-2001. Selanjutnya Ia menjabat sebagai Wakil Bupati Kutai Timur periode 2001-2003 hingga akhirnya menjabat sebagai Bupati Kutai Timur periode 2003-2005.
 
Sebelum menjadi Wakil Ketua MPR, Wahyudin menjabat sebagai Anggota DPR RI di Komisi VII periode 2009-2010, Badan Anggaran periode 2009-2011, Komisi I periode 2010-2011, dan Komisi III periode 2011-2014.
 

2. Letjen TNI (PURN) E.E. Mangindaan, S.IP
 
Mengenal Lebih Dekat Ketua MPR RI dan Wakilnya
 
Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 5 Januari 1943, ini adalah anak dari E.A. Mangindaan. Dia menjabat sebagai WAkil Ketua MPR RI pada 8 Oktober 2014 menggantikan Hajriyanto Y. Thohari.
 
Mangindaan yang merupakan seorang tokoh pesepakbola nasional juga berjasa membangun PSSI. Sama-sama cinta terhadap sepak bola, Mangindaan pernah bermain dan menangani Tim Persiraja, Banda Aceh dan membawa ini tim tersebut menjuarai kompetisi Divisi Utama Perserikatan pad 1977.
 
Tidak hanya itu, Mangindaan juga aktif sebagai pengurus sepakbola sebagai Badan Ketua Tim Nasional PSSI pada 1984-1987, Ketua Harian Persebaya Surabaya pada 1987 serta Komda PSSI Irian Jaya pada 1992-1995. Kemudian, suami Adelina Tumbuan ini juga pernah menjadi Manajer Timnas PSSI dan Anggota Dewan Kehormatan PSSI.
 
Mangindaan mengenyam pendidikan di SMA Katholik Ujung Pandang dan lulus pada 1961. Lalu, dia masuk Akademi Militer Nasional (AMN) dan lulus pada 1964.
 
Selanjutnya, dia menjabat sebagai Danton Dan/Mob/Yon IV/1 pada 1966-1967, kemudian sebagai Karolatsat Operasi Mabes AD pada 1978-1981, dan Kepala Staf Brigif 15/VI/Siliwangi pada 1981-1982. Ingin memperkaya ilmu lagi, Mangindaan sekolah lagi melanjutkan pendidikan militernya dengan bergabung di Seskoad angkatan IX pada 1983 dan di Seskogab pada tahun yang sama.
 
Tiga tahun kemudian, Mangindaan menjabat sebagai Asisten Teritorial Kasdam V/Brawijaya pada 1986-1987. Dia juga pernah menjabat sebagai Danrem 084 Kodam V/Brawijaya pada 1978-1988. Selanjutnya mnejabat sebagai Wakil Assisten Operasi/Wass Ops Kepala Staf Umum TNI pada 1988-1989 dan menyelesaikan pendidikannya di Lemhanas pada 1990.
 
Dua tahun kemudian, Mangindaan diangkat menjadi Panglima Kodam VII/Trikora pada 1992-1993. Puncak karirnya di militre ketika Ia menjabat sebagai Komandan Sekolah Staff dan Komando Angkatan Darat/Dan Seskoad pada 1993-1995 dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal hingga akhirnya memasuki Orde Baru Mangindaan diangkat menjadi Gubernur Sulawesi Utara pada 1995-2000.
 
Setelah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, Mangindaan dipercaya oleh Megawati Soekarnoputri yang kala itu menjadi Presiden RI untuk menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara periode 2001-2004.
 
Pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2009-2014, Mangindaan dipercaya kembali untuk menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
 
Pada Oktober 2011, Presiden SBY merombak susunan kabinet kerja dan Mangindaan digeser untuk menjabat Menteri Perhubungan menggantikan Freddu Numberi. Dia dipercaya mengurus masalah transportasi untuk mengurangi jumlah kecelakaan transportasi.
 

3. DR. (H.C) Oesman Sapta
 
Mengenal Lebih Dekat Ketua MPR RI dan Wakilnya
 
Pria kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 18 Agustus 1950, ini pernah menajabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 1999-2004. Pria ini memiliki darah campuran Sulawesi Selatan yang didapat dari sang ayah, dan Sumatera Barat yang diwarisi dari ibunya.
 
Oesman merupakan pemilik konglomerasi OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, dan perhotelan.
 
Pada awal 2012, Oesman menunjuk Tanri Abeng sebagai CEO OSO Group untuk menggantikan dirinya. Dia juga mengumumkan George Toisutta sebagai Komisaris Utama dan anaknya Raja Sapta Oktohari sebagai Direktur Utama.
 
Selain itu, Oesman juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Byou Group, Presiden Direktur Mahkota Hotel Group, Komisioner PT Lion Air, Head of Central Board of KKI, dan Head of IKKI (Association of Indonesian Coconut Cooperative)
 
Oesman pernah menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Provinsi Kalimantan Barat periode 1998-2004. Pada periode 2002-2004, Oesman menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Persatuan Daerah.
 
Pada 2002, Oesman menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat KKI sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Koperasi Kelapa Indonesia. Pada periode 2010 hingga sekarang, Oesman menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
 

4. DR. H.M. Hidayat Nur Wahid, MA
 
Mengenal Lebih Dekat Ketua MPR RI dan Wakilnya
 
Lahir di Kebon Dalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah 8 April 1960, Hidayat Nur Wahid memulai pendidikan SD Negeri Kebondalem Kidon dan lulus pada 1972.
 
Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo dan lulus pada 1978. Selanjutnya, Ia meneruskan kuliah ke Institut Agama Islam negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Di kampus tersebut, Hidayat mengikuti pelatihan kaderisasi Himpunan Mahasiswa Islam.
 
Setahun kemudian, ayah dari lima anak ini mendapatkan beasiswa untuk studi sarjana di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Hidayat memilih fakultas Dakwah dan Ushuluddin dan lulus dengan predikat cum laude pada 1983. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister dan lulus pada 1987 dan lulus meraih gelar Doktor pada 1992 di Universitas yang sama.
 
Di dunia politik, Hidayat menjadi salah satu deklarator Partai Keadilan yang dideklarasikan di Jakarta pada 20 Juli 1998 setelah bergulirnya reformasi. Ia sempat menolak tawaran menduduki posisi Presiden, namun terpilih menjadi Ketua Dewan Pendiri dan menerima pelantikan menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai dan Ketua Dewan Syariah.
 
Kemudian, Hidayat menjabat sebagai Ketua Partai Keadilan sejak Mei 2000 dan ikut berperan dalam mentransformasikan Partai Keadilan menjadi Partai Keadilan Sejahtera pada Juli 2003. Dia pernah terpilih menjadi Ketua MPR periode 2004-2009.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>