Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Indonesia Tak Boleh Jadi Kelinci Percobaan Vaksin

Nasional Virus Korona vaksin
Theofilus Ifan Sucipto • 26 Juli 2020 14:48
Jakarta: Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta kejelasan kerja sama soal vaksin virus korona (covid-19) dari Tiongkok. Saleh tak ingin Indonesia hanya jadi tempat uji coba vaksin.
 
“Jangan sampai seperti persepsi publik, Cina datang dan Indonesia jadi kelinci percobaan,” kata Saleh dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Vaksin Cina, Uji Klinis Bukan Kelinci Percobaan,’ Minggu, 26 Juli 2020.
 
Saleh tidak ingin peran Indonesia sekadar pasar bagi Tiongkok. Indonesia, kata dia, memang merupakan target pasar yang empuk dengan 270 juta penduduk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau 270 juta penduduk dikasih vaksin, betapa besar bisnis yang sedang berjalan,” ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
 
Saleh juga mempertanyakan kenapa uji klinis harus di lakukan di Bandung, Jawa Barat. Padahal, vaksin tersebut diproduksi Tiongkok.
 
“Kenapa tidak bisa di Cina saja? Kalau vaksinnya efektif melawan covid-19, setelah itu dijual,” ucap dia.
 
Baca: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Menunggu Izin BPOM
 
Vaksin covid-19 dari Sinovac asal Tiongkok akan memasuki uji klinis tahap tiga pada Agustus 2020. Uji klinis dilakukan PT Bio Farma bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung.
 
Sebelum uji klinis, vaksin harus melewati uji laboratorium di Bio Farma dan perizinan lainnya. Uji klinis dilaksanakan dengan mengambil sampel 1.620 subjek dengan rentang usia antara 18 hingga 59 tahun.
 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif