Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta. ANT/Yudhi Mahatma.
Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta. ANT/Yudhi Mahatma.

Baleg Ingin Geser Perspektif Legislasi

Nasional dprd bolos
Arga sumantri • 06 November 2019 11:20
Jakarta: Badan Legislasi (Baleg) DPR ingin mengubah sudut pandang pembuatan undang-undang. Wakil Ketua Baleg Willy Aditya menegaskan program legislasi nasional (prolegnas) tak boleh menganut prinsip 'kejar setoran'.
 
"Baleg sekarang tidak ingin terjebak dalam perspektif yang sifatnya mengutamakan kuantitas, tapi kualitas," kata Willy di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 6 November 2019.
 
Willy mengatakan undang-undang yang dihasilkan harus harmonis. Produk legislasi itu harus memastikan aspek keamanan, hukum, dan memenuhi kesejahteraan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baleg sudah mendiskusikan estimasi produk legislasi yang bisa dikerjakan per tahun. Ia menyebut sekitar 30 hingga 35 undang-undang bisa dikerjakan secara reguler dalam setahun. Jumlah itu berasal dari usulan setiap komisi di DPR, pemerintah inisiatif anggota dewan, dan dari Baleg.
 
"Kalau sekitar jumlah seperti itu cukup lah untuk DPR bisa mengerjakannya," jelas politikus NasDem itu.
 
Willy juga meminta masyarakat mengubah pandangan yang mengacu dalam jumlah UU yang dihasilkan anggota dewan. DPR periode 2019-2024 juga mendapat warisan RUU yang tak rampung dibahas periode sebelumnya. Konsep yang dikenal dengan istilah carry over itu belum pernah dihadapi anggota dewan terdahulu.
 
Baleg, kata Willy, akan memilah warisan RUU yang layak dikerjakan. Ia mencontohkan Rancangan KUHP dan RUU Pemasyarakatan.
 
"Kalau bisa di-carry over, kita carry over, tapi tidak semuanya. Kita pilih satu atau dua. Karena itu justru akan melemahkan Baleg," jelas Willy.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif