Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Medcom/Fajar Nugraha
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Medcom/Fajar Nugraha

Warganet Dukung Menteri Retno dan Susi Soal Isu Natuna

Nasional Laut Natuna Utara
Theofilus Ifan Sucipto • 22 Januari 2020 18:55
Jakarta: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti banyak mendapat dukungan warganet dalam polemik di Natuna, Kepulauan Riau. Selain Susi, publik jagat maya juga sepakat dengan pernyataan-pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
 
"Berdasarkan riset topik Natuna di media sosial, 58 persen mendukung Susi dan Retno Marsudi," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang di Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Rustika menuturkan isu Natuna menjadi percakapan hangat di media sosial lantaran terjadi silang pendapat antar kementerian. Susi juga turut mengomentari isu itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, kata dia, publik jagat maya menilai sikap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo soal Natuna lembek. Padahal, masyarakat mengharapkan Edhy bisa lebih tegas menyikapi isu yang menyinggung kedaulatan tersebut.
 
Rustika mengungkapkan polemik Natuna mulai mereda saat Presiden Joko Widodo angkat bicara. Terlebih, Kepala Negara menegaskan Natuna adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Indonesia.
 
Rustika juga membeberkan tren pembicaraan masyarakat soal 100 hari pertama Jokowi di periode pertama dan kedua. Menurut dia, ada perbedaan signifikan terkait kedaulatan laut Indonesia.
 
"Di periode pertama, bahkan saat belum 100 hari Ibu Susi sudah memiliki (moto) ‘Tenggelamkan!’ Masyarakat jadi memiliki kebanggaan terkait kedaulatan laut," tuturnya.
 
Menurut Rustika, periode pertama Jokowi lebih mengedepankan pengembangan laut Indonesia. Hal itu melahirkan harapan baru lantaran laut belum menjadi isu seksi. "Tapi di tangan Jokowi menjadi sentral dan itu yang membuat optimisme," imbuhnya.
 
Sayangnya, lanjut Rustika, belum ada gebrakan baru soal laut di awal periode kedua ini. Kepala Negara disebut masih melanjutkan program sebelumnya.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif