medcom.id, Jakarta: Max Sopacua ogah dituduh penyambung lidah Susilo Bambang Yudhoyono terkait instruksi walk out dalam sidang paripurna pembahasan RUU Pilkada. Wakil Ketua Umum Partai Demorkat itu menegaskan aksi walk out merupakan sikap kelompok.
Dia pun membantah adanya pesan singkat berisi instruksi dari SBY. "Tidak ada, jangan dengarkan omongan dari orang yang tidak mengikuti paripurna," kata Max kepada wartawan, Senin (29/9/2014).
Jurnalis senior itu mengatakan, sikap partai berlambang mercy keluar sidang sudah melalui mekanisme panjang. Upaya dalam lobi sepanjang lima jam tidak menemui titik terang.
"Kami berkompromi dan ada di ketua fraksi. Kami diperintah untuk berjuang sampai akhir," kata dia.
SBY tidak menghubungi dirinya atau anggota fraksi. Saat itu, SBY hanya menghubungi Sekjen Demokrat, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Syarif Hasan, Ketua Pelaksana Harian.
medcom.id, Jakarta: Max Sopacua ogah dituduh penyambung lidah Susilo Bambang Yudhoyono terkait instruksi
walk out dalam sidang paripurna pembahasan RUU Pilkada. Wakil Ketua Umum Partai Demorkat itu menegaskan aksi
walk out merupakan sikap kelompok.
Dia pun membantah adanya pesan singkat berisi instruksi dari SBY. "Tidak ada, jangan dengarkan omongan dari orang yang tidak mengikuti paripurna," kata Max kepada wartawan, Senin (29/9/2014).
Jurnalis senior itu mengatakan, sikap partai berlambang mercy keluar sidang sudah melalui mekanisme panjang. Upaya dalam lobi sepanjang lima jam tidak menemui titik terang.
"Kami berkompromi dan ada di ketua fraksi. Kami diperintah untuk berjuang sampai akhir," kata dia.
SBY tidak menghubungi dirinya atau anggota fraksi. Saat itu, SBY hanya menghubungi Sekjen Demokrat, Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Syarif Hasan, Ketua Pelaksana Harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)