Ray Rangkuti. Foto: MI/Adam Dwi.
Ray Rangkuti. Foto: MI/Adam Dwi.

Gaji DPR Harus Disesuaikan Kinerja

Nasional dpr
08 Desember 2018 17:57
Jakarta: Gaji anggota DPR dinilai perlu dievaluasi. Gaji yang diberikan harus disesuaikan dengan kinerja.
 
Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, ide yang dilontarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menarik untuk ditindaklanjuti. Partai yang dipimpin Grace Natalie itu siap tidak menerima gaji jika kinerja mereka di DPR buruk.
 
"Gerakan itu bagus, karena kalau mau dapat sesuatu ya harus berkarya dulu," kata Ray, Sabtu, 8 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan, sudah seharusnya anggota DPR digaji sesuai dengan kinerja mereka selama menjabat sebagai wakil rakyat. Sehingga, kata Ray, jika ada anggota dewan yang malas maka tak seharusnya digaji.
 
"Anggota DPR itu tidak perlu digaji kalau mereka tidak melakukan tugasnya dengan baik," ujarnya,
 
Baca: Kinerja DPR Terus Memburuk
 
Manurut Ray kehadiran dalam rapat bisa dijadikan salah satu parameter dalam menilai kinerja anggota dewan.
 
"Dia kan absen, ikut rapat, kemudian menyelesaikan kerjaan sesuai dengan waktunya, enggak molor lah. Kalau sebuah undang-undang dijadwalkan selesai tiga bulan, ya tiga bulan harus sudah selesai," tutupnya.
 
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Tsamara Amany menilai pemberian gaji anggota DPR harus disandarkan pada prinsip meritokrasi. Karena itu pihaknya mendukung wacana agar anggota DPR tak diberi gaji jika berkinerja buruk.
 
Menurutnya, menggaji anggota DPR yang tidak mampu merampungkan UU sama saja menghamburkan uang negara.
 
"Praktik penghamburan uang rakyat untuk anggota DPR berkinerja buruk harus dihentikan. Masak kita terus-menerus diwakili anggota DPR yang berkinerja buruk?," kata Tsamara.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif