<i>Ongkos Haji Selama Ini Konstan, Cenderung Stabil</i>
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas)
Jakarta: Pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 5 persen atas sebagian barang dan jasa. Kebijakan ini berdampak pada kemungkinan penaikan biaya haji yang dibebankan kepada para calon jemaah di Indonesia.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali menyebut kemungkinan penaikan ongkos haji akan menjadi yang pertama kali. Sebab selama ini ongkos haji yang dibebankan kepada para calon jemaah cenderung stabil.

"Selama ini konstan, cenderung stabil. Karena tidak ada pajak dan sebagainya sehingga biaya bisa dihitung dalam konteks hitungan angka BPIH. Tapi kalau melihat BPIH sendiri sebenarnya cenderung menurun," ungkapnya, dalam Metro Pagi Primetime, Kamis 4 Januari 2017.


Nizar mengatakan sejak Desember 2017 pemerintah melalui KJRI sudah menerima informasi bahwa Arab Saudi menerapkan kebijakan PPN 5 persen. Dalam pemberitahuan tersebut Arab Saudi mengemukakan alasan mengapa harus menerapkan kebijakan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima KJRI penerapan PPN 5 persen didasarkan atas penurunan harga minyak dunia, kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan biaya tax dependent bagi anggota keluarga yang menjadi tanggungan yang dinilai tak sehat bagi perekonomian Arab Saudi.

Meski begitu ada dua aspek lain yang dikecualikan dari PPN yakni jasa keuangan tertentu dan sewa real estate untuk tempat tinggal yang menjadi peluang bagi pemerintah untuk dinegosiasikan dengan Arab Saudi.

Untuk mengakali kemungkinan penaikan biaya haji, pemerintah juga akan mendiskusikan dan mengusulkan kepada pemerintah Arab Saudi soal visa progres atau visa berbayar bagi jemaah yang pernah berhaji sebelumnya untuk dihapus.

"Terutama untuk petugas haji karena visa berbayar ini dua ribu riyal yang kalau dirupiahkan sekitar Rp7 juta. Komponen ini yang mungkin bisa ditekan," jelasnya.

 



(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id