Jakarta: Masa reses bagi anggota DPR harus diisi dengan kegiatan bertemu para konstituennya. Anggota parlemen dapat menyerap aspirasi masyarakat, menyosialisasikan kebijakan atau isu penting yang dibuat DPR, serta mempertanggungjawabkan kegiatan selama satu masa sidang.
"Enggak ada kegiatan reses yang fokus pada bagi-bagi amplop. Apalagi kalau bagi-baginya pada saat orang beribadah, menggunakan logo parpol dan wajah sang anggota DPR," kata peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus kepada Media Indonesia, Kamis, 30 Maret 2023.
Pernyataan Lucius merespons dugaan penggunaan dana reses oleh anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Said Abdullah yang membagikan uang dalam bentuk amplop berlogo partainya di Masjid Abdullah Syechan Baghraf, Sumenep, Jawa Timur. Lucius mempertanyakan kepentingan Said membagikan amplop berisi uang tunai ke masyarakat yang notabene sedang beribadah. Terlebih, pembagian itu dilakukan dengan tedeng aling-aling.
"Yang akan terbaca oleh konstituen, ya, amplop itu dari anggota DPR yang ingin dipilih lagi dalam pemilu mendatang," ujar Lucius.
Meski menolak penggunaan dana reses untuk kepentingan kampanye politik, Lucius berpendapat masa reses dapat dimanfaatkan anggota parlemen sebagai ajak kampanye personal, walaupun tetap harus dalam koridor seorang anggota DPR.
Hal senada juga disampaikan peneliti senior Pusat Riset Politik (PRP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor. Ia menyayangkan pola pikir anggota DPR yang masih menghabiskan dana reses dengan cara dibagikan langsung secara tunai ke masyarakat.
Padahal, dana reses seharusnya ditujukan untuk melakukan pendidikan politik sebagai upaya penguatan komitmen terhadap demokrasi. Pembagian dana reses secara tunai disebut Firman mencederai semangat politik rakyat.
"Ini pembodohan masyarakat. Kayak bagiin ke pengemis, enggak ada statement atau pernyataan apa-apa yang membuat masyarakat berpikir dan melihat politik lebih dari sekadar amplop," ujar Firman Noor.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
Jakarta: Masa reses bagi anggota
DPR harus diisi dengan kegiatan bertemu para konstituennya. Anggota parlemen dapat menyerap aspirasi masyarakat, menyosialisasikan kebijakan atau isu penting yang dibuat DPR, serta mempertanggungjawabkan kegiatan selama satu masa sidang.
"Enggak ada kegiatan reses yang fokus pada bagi-bagi amplop. Apalagi kalau bagi-baginya pada saat orang beribadah, menggunakan logo parpol dan wajah sang anggota DPR," kata peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus kepada Media Indonesia, Kamis, 30 Maret 2023.
Pernyataan Lucius merespons dugaan penggunaan dana reses oleh anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Said Abdullah yang membagikan uang dalam bentuk amplop berlogo partainya di Masjid Abdullah Syechan Baghraf, Sumenep, Jawa Timur. Lucius mempertanyakan kepentingan Said membagikan
amplop berisi uang tunai ke masyarakat yang notabene sedang beribadah. Terlebih, pembagian itu dilakukan dengan tedeng aling-aling.
"Yang akan terbaca oleh konstituen, ya, amplop itu dari anggota DPR yang ingin dipilih lagi dalam pemilu mendatang," ujar Lucius.
Meski menolak penggunaan dana reses untuk kepentingan kampanye politik, Lucius berpendapat masa reses dapat dimanfaatkan anggota parlemen sebagai ajak kampanye personal, walaupun tetap harus dalam koridor seorang anggota DPR.
Hal senada juga disampaikan peneliti senior Pusat Riset Politik (PRP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor. Ia menyayangkan pola pikir anggota
DPR yang masih menghabiskan dana reses dengan cara dibagikan langsung secara tunai ke masyarakat.
Padahal, dana reses seharusnya ditujukan untuk melakukan pendidikan politik sebagai upaya penguatan komitmen terhadap demokrasi. Pembagian dana reses secara tunai disebut Firman mencederai semangat politik rakyat.
"Ini pembodohan masyarakat. Kayak bagiin ke pengemis, enggak ada statement atau pernyataan apa-apa yang membuat masyarakat berpikir dan melihat politik lebih dari sekadar amplop," ujar Firman Noor.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)