Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. Foto: Branda Antara.
Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. Foto: Branda Antara.

BKN: Tak Ada Larangan TNI-Polri Jadi Penjabat Kepala Daerah

Antara • 27 Mei 2022 06:23
Jakarta: Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyatakan penetapan perwira tinggi TNI aktif sebagai penjabat (Pj) kepala daerah dibenarkan secara regulasi. Perwira tinggi TNI dan Polri aktif disebut masuk kriteria sesuai Undang-Undang (UU) tentang Pilkada.
 
"UU Pilkada menyebutkan kriteria Pj gubernur adalah JPT (jabatan pimpinan tinggi) Madya dan Pj bupati/wali kota adalah JPT Pratama," kata Bima dilansir dari Antara, Jumat, 27 Mei 2022.
 
Menurut dia, siapa pun yang menduduki JPT madya atau pratama memiliki kesempatan sama untuk dipilih sebagai penjabat gubernur atau bupati/wali kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasal 20 UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, kata dia, mengatur anggota TNI dan Polri boleh menduduki jabatan ASN. Pengisian jabatan ASN oleh anggota TNI/Polri diatur dalam Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia dan Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
 
"Anggota Polri aktif juga dapat menjabat sebagai JPT Madya di instansi pemerintah sejauh bidang tugasnya berkesesuaian dengan bidang tugas di Polri dan mengikuti seleksi terbuka. Adapun untuk anggota TNI aktif hanya dapat menduduki jabatan JPT Madya pada instansi di mana anggota TNI tersebut diperbolehkan," beber dia.
 
Anggota TNI dan Polri aktif juga berhak atas jabatan JPT Pratama di institusi yang diperbolehkan secara regulasi. Total ada 10 (sepuluh) institusi yang diperbolehkan untuk diisi oleh anggota TNI/Polri aktif.
 
Baca: Penunjukan TNI Aktif Jadi Penjabat Kepala Daerah dinilai Langgar UU
 
Bima menjelaskan putusan MK terkait TNI-Polri aktif yang menempati posisi penjabat kepala daerah. Menurut dia, MK telah menyatakan bahwa anggota TNI dan Polri aktif yang menjabat sebagai JPT Madya atau Pratama di luar institusi TNI/Polri pada 10 institusi kementerian atau lembaga boleh menjadi Pj gubernur atau bupati/wali kota.
 
"Kemudian ini disusul oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 yang disebutkan TNI-Polri boleh menduduki jabatan sipil tertentu dan diberi jabatan struktural yang setara," ujar dia.
 
Bima menjelaskan putusan MK Nomor 15/PUU-XX/2022 sudah dijelaskan secara gamblang oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
 
Menurut dia, Menko Polhukam Mahfud menjelaskan dalam putusan MK tersebut ada dua hal yang disampaikan. Salah satunya, soal anggota TNI/Polri yang diberi jabatan madya atau pratama di luar induk institusinya boleh menjadi penjabat kepala daerah.
 
"Dalam putusan MK itu mengatakan dua hal, satu, TNI dan Polri tidak boleh bekerja di institusi sipil, kecuali di dalam 10 institusi kementerian/lembaga yang selama ini sudah diatur," ucapnya.
 
Kemudian, kata dia, MK menyatakan sepanjang anggota TNI dan Polri sudah diberi jabatan tinggi madya atau pratama boleh menjadi penjabat kepala daerah sesuai putusan MK Nomor 15/2022.
 
"Sebenarnya realitanya aturan-aturan tersebut sudah digunakan sejak 2017 untuk menetapkan penjabat kepala daerah yang daerah-daerahnya melaksanakan pilkada. Aturan tersebut sudah lama dijalankan," kata Bima.
 
Bima menganggap Keputusan Mendagri Tito Karnavian menunjuk Brigjen TNI Andi Chandra As'aduddin sebagai pejabat bupati tidak menyalahi aturan. Ia menyebutkan posisi Brigjen Andi sebagai Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sulteng adalah JPT Pratama, dan sudah sesuai Pasal 201 UU Pilkada.
 
"Meskipun Pj kepala daerah adalah TNI/Polri aktif, terdapat pengaturan dan pengecualian bagi pejabat dimaksud karena menjabat pada instansi pemerintah yang dapat diduduki oleh TNI/Polri dalam jabatan pimpinan tinggi. Jadi, dari kacamata manajemen ASN tidak ada aturan yang dilanggar," jelas dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif