Ilustrasi Kompleks Parlemen Senayan. Medcom.id/Githa Farahdina
Ilustrasi Kompleks Parlemen Senayan. Medcom.id/Githa Farahdina

Buntut Kisruh Tender Gorden Miliaran, BURT Segera Panggil Sekjen DPR

Nasional DPR RI gorden anggaran negara Rumah Dinas Anggota DPR
Putra Ananda • 10 Mei 2022 15:12
Jakarta: Pengadaan tender gorden rumah dinas anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, menuai polemik. Tender yang dimenangkan PT Bertiga Mitra Solusi tersebut dianggap tidak wajar karena pemenang tender mengajukan harga penawaran tertinggi ketimbang kompetitor lainnya.
 
Menanggapi polemik itu, Badan Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat (BURT DPR) akan memanggil pihak kesekjenan. Pemanggilan dijawdalkan saat berakhirnya masa reses para anggota dewan.
 
"Dari awal anggaran gorden Rp43,5 miliar memang mengundang pro dan kontra. Tapi tender tetap dilaksanakan oleh pihak Kesekjenan DPR, nah kembali timbul kegaduhan baru di mana pemenang tender adalah orang atau perusahaan yg menawarkan harga tertinggi," kata Anggota BURT DPR Andre Rosiade, di Jakarta, Selasa, 10 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andre menjelaskan BURT akan meminta klarifikasi dari pihak kesejeknan mengenai proses terpilihan PT Bertiga Mitra Solusi sebagai pemenang tender pengadaan gorden. Menurut Andre jika nantinya ditemukan kejanggalan dalam proses pengadaan gorden rumah dinas, maka tender bisa langsung dibatalkan.
 
"Setelah masa sidang ini dibuka, setelah reses ini berakhir, BURT segera memanggil pihak kesekjenan untuk mengklarifikasi," ucap dia. 
 
Baca: Menengok Penampakan Kantor Pemenang Tender Gorden DPR RI di Tangerang
 
Selanjutnya, kata Anggota Fraksi Partai Gerindra itu, akan diputuskan berlanjut atau dihentikan. Dia mengungkap sejumlah pihaknya meminta tender untuk dibatalkan, tapi juga ada yang mengusulkan untuk diaudit inspektorat DPR dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
"Jadi intinya terjadi pro dan kontra di DPR,” ujar dia.
 
Mewakili fraksinya, Andre menilai proyek penggantian gorden rumah dinas bukanlah hal yang mendesak. Fraksinya pun tegas menyatakan tidak perlu ada pergantian gorden rumah dinas.
 
“Banyak juga anggota Gerindra seperti yang dibicarakan Pak Habiburokhman untuk menolak anggaran gorden ini, karena sekali lagi ini bukan hal yang urgen bagi anggota Fraksi Gerindra,” jelas dia. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif