Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Istimewa.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Istimewa.

Sahroni Berharap Dana Investasi Bodong Dikembalikan Kepada Korban

Nasional Partai NasDem penipuan Investasi Bodong Penipuan investasi Robot Trading
Anggi Tondi Martaon • 28 April 2022 20:57
Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni berharap kepolisian dapat mengusut tuntas investasi bodong. Terutama, aliran dana hasil tindak penipuan agar pemulihan kerugian korban bisa dilakukan dengan maksimal. 
 
"Kalau kita berhasil mengumpulkan dana untuk dikembalikan kepada para korban kan akan sangat baik, saya harap hal itu bisa terealisasi,” kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Kamis, 28 April 2022.
 
Menurut dia, upaya tersebut bisa dilakukan. Apalagi, pihak Korps Bhayangkara sudah berhasil meringkus salah satu pemilik investasi bodong, yaitu bos DNA Pro Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya berhadap atas penangkapan tersebut bisa mempercepat kepolisian kita untuk menelusuri kasus ini hingga tuntas. Mulai dari ke mana aliran dana para korban selama ini hingga pihak-pihak yang terlibat," ungkap dia.
 
Baca: 3 Fakta Penangkapan Bos DNA Pro Daniel Abe
 
Legislator NasDem tersebut mengapresiasi kinerja Polri dalam mengungkap kasus investasi bodong di Indonesia. Penangkapan terhadap Daniel bukti keseriusan polisi mengejar para buronan dari kasus penipuan robot trading tersebut.
 
“Apalagi sekarang tokoh utama atau bos besar dari DNA Pro ini berhasil ditangkap. Tentu ini berita yang sangat baik untuk para kita semua dan para korban,” ujar dia.
 
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil menangkap Daniel di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Saat ini, polisi dan interpol tengah memburu Daniel Zii dan Ferawati.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif