Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah. Medcom.id/ Candra Yuri Nuralam.
Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah. Medcom.id/ Candra Yuri Nuralam.

Rekomendasi Menteri PDIP Hak Prerogatif Megawati

Nasional pdip kabinet jokowi kabinet kerja
Candra Yuri Nuralam • 10 Juli 2019 19:38
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah mengatakan hanya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengetahui nama kader untuk menteri muda Presiden Joko Widodo. Semua nama calon menteri dari PDIP tersimpan dalam kantong Mega.
 
"Kalau urusan kader PDIP Perjuangan yang jadi menteri itu adalah urusan prerogatifnya Ibu Megawati Soekarnoputri. Jadi pegangannya itu saja," kata di Aula Forum Komunikasi TNI-Polri (Foko), Senen, Jakarta Pusat, Rabu 10 Juli 2019.
 
Basarah menegaskan tidak ada yang tahu selain Megawati nama menteri dari PDIP yang direkomendasikan. Dia juga mengatakan seluruh nama yang direkomendasikan itu berdasarkan penilaian Mega. Dia pun enggan mengutak-atik urusan tersebut. Dia yakin Mega memilih orang yang tepat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya belum tahu, karena itu full hak prerogatif Ibu Mega," ujar Basarah.
 
Sebelumnya, Politikus PDIP Masinton Pasaribu menyebut ketua umumnya Megawati Soekarnoputri mulai menyaring nama-nama calon menteri dari partainya. Beberapa nama sudah di kantong Megawati.
 
"Ada banyak nama. Nah itu masih di dompetnya Ibu Mega," kata Masinton di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Namun, Masinton masih enggan membocorkan sejumlah nama potensial calon menteri dari PDIP. Ia hanya mengklaim PDIP tidak akan mempermasalahkan soal jatah menteri untuk partainya.
 
Menurut dia, membangun negara perlu menggunakan sistem gotong royong. Semua elemen harus turun tangan dan diakomodasi. Namun, kata dia, bukan berarti dengan cara menambah anggota koalisi.
 
Di sisi lain, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan koalisi pemerintah tidak perlu lagi menambah anggota baru. Menurut Jazilul, peran partai politik tidak melulu di dalam pemerintahan.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif