Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah), disaksikan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (kiri). Foto: Antara/Muhammad Adimaja.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah), disaksikan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (kiri). Foto: Antara/Muhammad Adimaja.

Airlangga Siap Kembalikan Posisi Loyalis Bamsoet

Nasional munas golkar
Whisnu Mardiansyah • 04 Desember 2019 05:55
Jakarta: Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo sepakat untuk berekonsiliasi sebagai bagian dari perundingan jelang Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar. Kubu Airlangga siap mengembalikan posisi loyalis kubu Bambang Soesatyo ke kepengurusan partai.
 
"Apa yang disampaikan Pak Bambang, sudah ditawarkan ke para kader-kader tersebut. Ada yang terima ada yang belum. Karena alasan-alasan pribadi," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich di sela-sela Munas X Partai Golkar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Airlangga Hartarto siap menempatkan loyalis kubu Bamsoet di alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR. Namun, Lodewijk membantah ada perpecahan antara kedua kubu yang sempat panas jelang Munas sebelum akhirnya Bamsoet mengundurkan diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Contoh, seorang Dedi Mulyadi (loyalis Airlangga) siap mundur dari pimpinan komisi. Ya itu. Betapa seorang kader Golkar itu punya sifat legawa demi kebesaran partai," jelas Lodewijk.
 
Lodewijk memastikan setelah mundurnya Bamsoet dari bursa pencalonan ketua umum Partai Golkar, tidak ada lagi polarisasi antara kedua kubu. Menurutnya, hal wajar apabila ada dukungan yang terbelah menjelang Munas.
 
"Itulah ciri khas Golkar tiap ada munas ataupun Musda, saat ada 2-3 petarung maka akan cari kelompok-kelompoknya. Dan di situ kata orang perpecahan tapi itu simpul-simpul kompetisi sekarang ini sudah selesai tidak ada lagi bawa ini-itu," jelasnya.
 
Bambang Soesatyo (Bamsoet) mundur sebagai calon ketua umum (caketum) Golkar. Keputusan ini diambil setelah Bamsoet menerima masukan dan saran tokoh senior Golkar.
 
"Dengan semangat rekonsiliasi yang telah disepakati bersama, demi menjaga soliditas dan keutuhan partai Golkar, maka saya pada sore hari ini menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat ketua umum Partai Golkar untuk periode 2019-2024," kata Bamsoet di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif