Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung. Foto: MI/Pius Erlangga.
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung. Foto: MI/Pius Erlangga.

Bamsoet: Penurunan Suara Golkar Perlu Dievaluasi

Whisnu Mardiansyah • 24 Juni 2019 19:04
Jakarta: Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai wajar adanya desakan sejumlah pihak agar kepemimpinan Airlangga Hartarto perlu dievaluasi. Hal ini merujuk penurunan jumlah suara dan kursi Golkar di Pileg 2019. 
 
"Desakan-desakan adanya evaluasi memang sudah seyogianya dilakukan sebagaimana partai-partai lain untuk menemukan apa masalahnya dan bagaimana jalan keluarnya ke depan agar ini tak terulang," kata Bamsoet, sapaanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 24 Juni 2019.
 
Menurutnya, kerja mesin partai perlu dievaluasi di seluruh jajaran DPP. Bamsoet tak ingin penurunan suara Golkar berlanjut di pemilu-pemilu selanjutnya, baik pileg maupun pilpres. 

"Caleg-caleg yang berjuang habis-habisan di tingkat bawah ada yang berhasil jadi anggota DPR atau DPRD tingkat satu, tingkat dua. Ada juga yang gagal hasilnya seperti yang kita lihat hari ini memang ada yang terjadi penurunan," jelas Bamsoet. 
 
Partai Golkar sejatinya penambahan 15 kursi di parlemen pada Pileg 2019 atau setara 110 kursi. Kalkulasi itu didapatkan dari dukungan politik kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 
 
Baca jugaYorrys Sebut Airlangga Mencoreng Wajah Golkar
 
Politikus senior Partai Golkar lainnya Yorrys Raweyai pun menilai Airlangga Hartarto telah gagal dalam memimpin Golkar. Hal itu didasarkan pada penurunan jumlah kursi yang diraih Golkar di Parlemen.
 
"Itu komitmen kita yang menjadi target dan itu yang selalu kita lakukan konsolidasi. Ternyata hasil ini bukan kita mempertahankan 91 kursi itu saja, tetapi mengalami penurunan," ujar Yorrys.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(HUS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>