Jakarta: Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai, duet Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto layak diusung oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Pasangan itu disebut lebih solid dibandingkan Ganjar-Erick Thohir.
"Ganjar-Airlangga lebih solid karena faktor Airlangga sebagai motor KIB. Dan di titik ini, solidititas KIB sebagai koalisi bisa terjaga," ujarnya, Selasa 7 Maret 2023.
Baskoro mengatakan dari sisi kekuatan politik pasangan itu mewakili dua partai besar yakni PDI-P dan Golkar yang bisa menjamin stabilitas kekuasaan di masa mendatang. Golkar memiliki infrastruktur politik yang besar dan terbukti mampu menopang kekuasaan pemerintah dari rezim ke rezim.
"Sehingga jika PDIP dan Golkar berkoalisi, otomatis gabungan kekuatan politik keduanya akan mampu memberi efek psikologis politik soal stabilitas dan kelanjutan pemerintahan," tegasnya.
Selain itu sambung Agung, peluang menang pasangan Ganjar-Airlangga terbuka lebar dibanding Ganjar-Erick jika berhadapan dengan capres lain seperti Prabowo Subianto.
Namun, Airlangga disarankan harus mampu mengoptimalkan kerja-kerja publik dan politiknya dalam meningkatkan elektabilitas dan popularitas.
Pertama, kata Agung, Airlangga wajib mengorkestrasi kinerja publiknya sebagai Menko Perekonomian dan Ketua Umum Golkar dengan mulai merespons isu-isu publik yang relevan dan menghindari kontroversi.
Kedua, Airlangga diminta turun ke bawah atau blusukan secara intensif secara terukur dan teratur. Minimal memastikan harga-harga stabil sekaligus berinteraksi dengan warga.
"Ketiga, Golkar harus rutin merajut titik temu secara atraktif ke semua poros agar nama Airlangga diusung minimal sebagai cawapres," ujarnya.
Jakarta: Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai, duet Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto layak diusung oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Pasangan itu disebut lebih solid dibandingkan Ganjar-Erick Thohir.
"Ganjar-Airlangga lebih solid karena faktor Airlangga sebagai motor KIB. Dan di titik ini, solidititas KIB sebagai koalisi bisa terjaga," ujarnya, Selasa 7 Maret 2023.
Baskoro mengatakan dari sisi kekuatan politik pasangan itu mewakili dua partai besar yakni PDI-P dan Golkar yang bisa menjamin stabilitas kekuasaan di masa mendatang. Golkar memiliki infrastruktur politik yang besar dan terbukti mampu menopang kekuasaan pemerintah dari rezim ke rezim.
"Sehingga jika PDIP dan Golkar berkoalisi, otomatis gabungan kekuatan politik keduanya akan mampu memberi efek psikologis politik soal stabilitas dan kelanjutan pemerintahan," tegasnya.
Selain itu sambung Agung, peluang menang pasangan Ganjar-Airlangga terbuka lebar dibanding Ganjar-Erick jika berhadapan dengan capres lain seperti Prabowo Subianto.
Namun, Airlangga disarankan harus mampu mengoptimalkan kerja-kerja publik dan politiknya dalam meningkatkan elektabilitas dan popularitas.
Pertama, kata Agung, Airlangga wajib mengorkestrasi kinerja publiknya sebagai Menko Perekonomian dan Ketua Umum Golkar dengan mulai merespons isu-isu publik yang relevan dan menghindari kontroversi.
Kedua, Airlangga diminta turun ke bawah atau blusukan secara intensif secara terukur dan teratur. Minimal memastikan harga-harga stabil sekaligus berinteraksi dengan warga.
"Ketiga, Golkar harus rutin merajut titik temu secara atraktif ke semua poros agar nama Airlangga diusung minimal sebagai cawapres," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)