Wakil Presiden Maruf Amin. Dok Setwapres.
Wakil Presiden Maruf Amin. Dok Setwapres.

Wapres: UIII Harus Mampu Mengenalkan Islam yang Moderat ke Mancanegara

Kautsar Widya Prabowo • 03 Maret 2022 09:10
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berharap keberadaan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dapat menjadi pusat rujukan perdaban Islam global. Terutama dalam memperkenalkan Islam wasathiyah atau moderat yang diterapkan di Indonesia ke mancanegara.
 
"Kita sudah menjadi model yang digunakan untuk pengembangan Islam yang moderat di tingkat global oleh Majelis Hukama Al-Muslimin. Oleh karenanya, prakarsa pembangunan UIII sejak awal ini dimaksudkan untuk menjadi pusat rujukan global pelaksanaan Islam wasathiyah," ujar Ma'ruf saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kemajuan Pembangunan UIII di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6 Jakarta Pusat, Rabu, 2 Maret 2022.
 
Ma'ruf menilai UIII menjadi jawaban dari cara memperluas dan menguatkan Islam wasathiyah. Sehingga, banyak negara yang menerapkan ajaran Islam yang toleran itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui UIII diharapkan Islam wasathiyah (moderat) Indonesia dapat terus digaungkan ke mancanegara," kata dia.
 
Baca: Sowan ke Pondok Gontor, Syafruddin Ingin Islam Jadi Lokomotif Perubahan
 
Ma'ruf mengungkapkan Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Al-Muslimin menemuinya beberapa bulan lalu untuk belajar dari Indonesia terkait keberhasilan pelaksanaan Islam wasathiyah. Pasalnya, saat ini bukan lagi pemikiran berbahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tetapi pemikiran dari Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
 
Dalam rakor kemajuan pembangunan UIII, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan tujuan awal dibentuknya UIII merupakan inisiasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Indonesia memiliki lembaga pendidikan tinggi dengan audiens internasional. Sehingga, praktik-praktik Islam yang ada di Indonesia dapat disebarkan kepada dunia.
 
"Ini penting juga ya bagaimana agar praktik-praktik Islam bisa terdiseminasikan ke masyarakat internasional melalui film, animasi, game, termasuk melalui buku-buku rujukan. Jadi itulah kontribusi Indonesia untuk masyarakat internasional," kata Pratikno.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif