Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, berulang tahun ke-59 pada Jumat, 1 Oktober 2021. Airlangga diharapkan dapat menjalankan tugas-tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan baik.
“Semoga di usia yang baru ini, senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas-tugas negara,” dilansir dari akun Twitter Sekretariat Kabinet (Setkab), Jakarta, Jumat 1 Oktober 2021.
Ketua Umum Partai Golkar itu mengemban banyak tugas-tugas negara yang diamanahkan Presiden. Selain menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga di antaranya dipercaya menjabat Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), serta Ketua Panitia Presidensi G-20 bidang Sherpa Track G-20.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga mengoordinasikan delapan menteri/kementerian. Antara lain, Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Kemudian, melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020, Pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Airlangga Hartarto didapuk sebagai Ketua KPC-PEN.
Baca: Merangkul Pelaku UMKM Meraih Modal Usaha
KPC-PEN dibentuk dalam rangka menyiapkan, serta memastikan program dan kebijakan dapat berjalan dengan lancar. Seluruh program dan kebijakan untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, harus dilakukan secara terstruktur, terkoordinasi, dan terintegrasi ke dalam satu kelembagaan.
Di samping itu, Airlangga ditunjuk sebagai Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Komite ini dibentuk menyinergikan kementerian agar satu visi, misi, dan komitmen dalam mendorong percepatan dan pencapaian penyediaan pembangunan infrastruktur.
Pembentukan KPPIP merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan realisasi dari proyek infrastruktur prioritas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di antaranya jalan tol Trans Sumatra dan pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatra, dan juga beberapa proyek pelabuhan, energi dan ketenagalistrikan, jalan dan perkeretaapian di beberapa bagian di Indonesia dapat rampung tepat waktu.
Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G-20 Indonesia telah membentuk komite untuk berbagai pertemuan dan konferensi tingkat tinggi tersebut. Airlangga pun ditunjuk memimpin sherpa track G-20.
Bidang tersebut akan membahas isu-isu ekonomi nonkeuangan. Yaitu seluruh pembahasan yang menyangkut energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, antikorupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,
Airlangga Hartarto, berulang tahun ke-59 pada Jumat, 1 Oktober 2021. Airlangga diharapkan dapat menjalankan tugas-tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan baik.
“Semoga di usia yang baru ini, senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas-tugas negara,” dilansir dari akun
Twitter Sekretariat Kabinet (Setkab), Jakarta, Jumat 1 Oktober 2021.
Ketua Umum
Partai Golkar itu mengemban banyak tugas-tugas negara yang diamanahkan Presiden. Selain menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga di antaranya dipercaya menjabat Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), serta Ketua Panitia Presidensi G-20 bidang Sherpa Track G-20.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga mengoordinasikan delapan menteri/kementerian. Antara lain, Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Kemudian, melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020, Pemerintah membentuk Komite Penanganan
Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Airlangga Hartarto didapuk sebagai Ketua KPC-PEN.
Baca:
Merangkul Pelaku UMKM Meraih Modal Usaha
KPC-PEN dibentuk dalam rangka menyiapkan, serta memastikan program dan kebijakan dapat berjalan dengan lancar. Seluruh program dan kebijakan untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, harus dilakukan secara terstruktur, terkoordinasi, dan terintegrasi ke dalam satu kelembagaan.
Di samping itu, Airlangga ditunjuk sebagai Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Komite ini dibentuk menyinergikan kementerian agar satu visi, misi, dan komitmen dalam mendorong percepatan dan pencapaian penyediaan pembangunan infrastruktur.
Pembentukan KPPIP merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan realisasi dari proyek infrastruktur prioritas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di antaranya jalan tol Trans Sumatra dan pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatra, dan juga beberapa proyek pelabuhan, energi dan ketenagalistrikan, jalan dan perkeretaapian di beberapa bagian di Indonesia dapat rampung tepat waktu.
Presiden Jokowi melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G-20 Indonesia telah membentuk komite untuk berbagai pertemuan dan konferensi tingkat tinggi tersebut. Airlangga pun ditunjuk memimpin sherpa track G-20.
Bidang tersebut akan membahas isu-isu ekonomi nonkeuangan. Yaitu seluruh pembahasan yang menyangkut energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, antikorupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)