Ilustrasi terorisme. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi terorisme. Medcom.id/M Rizal

Pergerakan Teroris saat Pandemi Harus Diwaspadai

Kautsar Widya Prabowo • 07 Mei 2020 20:21
Jakarta: Pengamat terorisme Universitas Indonesia (UI) Ridlwan Habib meminta aparat penegak hukum mempersiapkan tindakan terorisme di tenga wabah pandemi covid-19. Pasalnya, teroris diyakini tidak akan berhenti akibat penyebaran covid-19 di Indonesia.
 
Persiapan tersebut berupa mitigasi serangan teror pada objek vital nasional. Hal itu harus secepat mungkin dipersiapkan mulai dari Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, hingga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
 
"Kelompok teror seperti JAD dapat menyerang Istana Negara mabes Polri, simbol lain yang mereka sebut sebagai thogut," ujar Ridlwan kepada Medcom.id, Kamis, 7 Mei 2020.

Selain itu, upaya untuk merangkul eks narapidinana terorisme (napiter) melalui deradikalisasi penting untuk dilakukan. Hampir dipastikan napiter akan terluntang-lantung untuk dapat bersosialisasi di tengah masyarakat. Apalagi pandemi berdampak kepada sosial ekonomi masyarakat
 
Presiden Joko Widodo meminta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Boy Rafli Amar, meningkatkan kualitas deradikalisasi. Boy bakal menggandeng banyak tokoh agama untuk menunaikan tugas ini.
 
“Agar terus melakukan peningkatan dan perluasan upaya-upaya deradikalisasi yang telah dicapai,” kata Boy di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu 6 Mei 2020.
 
Boy menyebut program deradikalisasi berjalan cukup baik. Dibuktikan dengan beberapa mantan narapidana terorisme yang bekerja sama dengan BNPT dalam program tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan