Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait covid-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait covid-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Warganet Tanggapi Kekesalan Jokowi dengan Kemarahan

Nasional reshuffle kabinet
Theofilus Ifan Sucipto • 07 Juli 2020 05:11
Jakarta: Platform analisis media sosial Drone Emprit menangkap beragam emosi warganet di Twitter atas kekesalan Presiden Joko Widodo kepada menterinya. Mayoritas emosi masyarakat berupa kemarahan
 
“Yang paling dominan dalam perbincangan menunjukkan emosi kemarahan sebanyak 18 ribu cuitan,” kata analis Drone Emprit, Rizal Nova Mujahid, dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.
 
Menurut dia, kemarahan warganet dapat diklasifikasikan menjadi dua. Mereka sepakat dengan kekesalan Jokowi dan turut marah pada menteri, serta marah pada Jokowi yang memuntahkan kekesalannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemarahan pada Jokowi, kata Rizal, muncul dalam berbagai cuitan. Salah satunya meminta Jokowi langsung mengganti penghuni Kabinet Indonesia Maju tanpa perlu marah atau tudingan Jokowi bersandiwara.
 
Tangkapan emosi berikutnya yakni kesedihan dengan 2.500 cuitan. Rizal mengatakan warganet memahami kemarahan Jokowi dan bersimpati atas hal tersebut.
 
“Ketidaksepemahaman pembantu Jokowi dan masyarakat yang abai menjadi pendorong atas munculnya emosi sedih,” terang Rizal.
 
Emosi selanjutnya ialah kepercayaan. Emosi ini juga dapat diklasifikasikan dalam dua hal.
 
“Percaya Jokowi marah atau percaya bahwa kemarahan Jokowi drama semata,” tutur Rizal.
 
Presiden Joko Widodo meluapkan kekesalannya kepada para menteri dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis, 18 Juni 2020. Jokowi kesal pembantunya tak menganggap Indonesia mengalami krisis di tengah pandemi virus korona (covid-19).
 
Baca: Ancaman Reshuffle Dinilai Ampuh
 
Dia makin kesal lantaran kinerja beberapa kementerian tak maksimal. Bahkan, Jokowi menyebut sama sekali tak ada progres.
 
Jokowi berkali-kali menegaskan para menteri mesti bekerja luar biasa. Hal ini ditunjukkan dengan penerbitan kebijakan yang berorientasi pada masa krisis.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif