Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Hasto Tak Terima Rocky Gerung Hina Pahlawan

M Sholahadhin Azhar • 08 Maret 2019 11:28
Banda Aceh: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto merespons pernyataan akademisi Rocky Gerung yang menyebutnya dungu. Hasto tak keberatan diolok. Namun, ia tak menerima hinaan Rocky kepada KH Agus Salim.
 
"Dalam kedunguan saya, tetap tidak akan pernah bisa menerima pahlawan bangsa yang begitu bersahaja, dikatakan sebagai kambing," ujar Hasto di Banda Aceh, Jumat, 8 Maret 2019.
 
Menurut dia, ada yang salah dalam mental Rocky saat menghina KH Agus Salim, yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 27 Desember 1961. Dia menekankan perkataan adalah cerminan sehatnya jiwa dan raga.
 
Hasto juga merespons pengakuan Rocky yang sempat mengajar di Megawati Institute. Ia tak melihat hal itu sebagai faktor pembelaan. Pasalnya, mental Rocky dianggapnya telah rusak sehingga tak layak mengajar di mana pun.
 
Dia menilai Rocky terbukti tak menghormati pendiri bangsanya sendiri. "Itu sikap jelas. Ini tidak main-main dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita," jelas Hasto.
 
Video Rocky yang mengolok KH Agus Salim mirip kambing berjenggot viral di dunia digital. Pernyataannya menyinggung a banyak pihak.
 
Ucapan Rocky pun dipermasalahkan sejumlah pihak. Belum lama ini, anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu dilaporkan ke polisi oleh pemuda di Sumatera Barat.
 
Penyataan Rocky kepada Agus Salim juga direspons PDI Perjuangan. Rocky diminta melepaskan kewarganegaraan Indonesia karena tidak bisa menghormati pahlawan. PDI Perjuangan juga mengancam akan mengadukan Rocky ke polisi.
 
Baca: Hasto Sebut Rocky Gerung tak Layak Jadi WNI
 
Rocky membalas permintaan Hasto yang mewakili PDI Perjuangan agar melepas kewarganegaraan Indonesia. Rocky melalui akun Twitter @rockygerung menyebut PDI Perjuangan tak paham sejarah.
 
Lulusan Universitas Indonesia itu membeberkan dirinya pernah mengajarkan di Megawati Institute. Institusi itu adalah lembaga nonprofit yang didirikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri sebagai tangki pemikiran yang fokus pada ideologi Pancasila.
 
"Saya pernah jadi pengajar di Megawati Institute dan mengajarkan satire itu, Tuan Hasto! Mengapa masih dungu?" kata Rocky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>