medcom.id, Semarang: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengkritik rencana perubahan sistem pemilihan kepala daerah yang dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Pilkada di Dewan Perwakilan Rakyat.
Mega meyebut sistem pilkada tidak langsung atau proporsional tertutup sebuah kemunduran demokrasi dan bertentangan dengan kehendak rakyat.
"Bahwa konstitusi kita masih UUD 1945, sebuah pembuktian bahwa pemilu langsung adalah benar-benar kehendak rakyat," ujar Mega dalam pidato pembukaan Rakernas PDIP ke-IV di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014).
Mega menjelaskan, sepanjang era Orde Baru negara kita menjalankan sistem pemilu proporsional tertutup atau pemilu dilakukan oleh wakil rakyat di DPR, hasilnya tidak sesuai kehendak rakyat.
Di era Reformasi, lanjut Presiden RI kelima ini, pemerintah berhasil merombak sistem pemilu dari proporsional tertutup menjadi proporsional terbuka atau langsung, dan hasilnya sesuai kehendak rakyat. "Maka PDIP berketetapan menjaga spirit reformasi," tegas Mega.
"Orientasi kita sebagai bangsa selalu menatap ke depan, mengambil hikmah sejarah di masa lalu," imbuhnya.
Mega berharap Pemerintahan Jokowi-JK akan menjadi energi bagi seluruh rakyat untuk menjalankan kebijakan pemerintah yang berdasarkan kehendak rakyat.
"Energi kebangkitan kita satu padukan menjadi gerakan perubahan yang menyatu dengan kehendak rakyat. Kepemimpinan Jokowi-JK, saya yakini akan membuka lebar bagi seluruh kehendak baik," kata Mega di hadapan ribuan kader PDIP yang hadir dalam rakernas.
medcom.id, Semarang: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengkritik rencana perubahan sistem pemilihan kepala daerah yang dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Pilkada di Dewan Perwakilan Rakyat.
Mega meyebut sistem pilkada tidak langsung atau proporsional tertutup sebuah kemunduran demokrasi dan bertentangan dengan kehendak rakyat.
"Bahwa konstitusi kita masih UUD 1945, sebuah pembuktian bahwa pemilu langsung adalah benar-benar kehendak rakyat," ujar Mega dalam pidato pembukaan Rakernas PDIP ke-IV di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014).
Mega menjelaskan, sepanjang era Orde Baru negara kita menjalankan sistem pemilu proporsional tertutup atau pemilu dilakukan oleh wakil rakyat di DPR, hasilnya tidak sesuai kehendak rakyat.
Di era Reformasi, lanjut Presiden RI kelima ini, pemerintah berhasil merombak sistem pemilu dari proporsional tertutup menjadi proporsional terbuka atau langsung, dan hasilnya sesuai kehendak rakyat. "Maka PDIP berketetapan menjaga spirit reformasi," tegas Mega.
"Orientasi kita sebagai bangsa selalu menatap ke depan, mengambil hikmah sejarah di masa lalu," imbuhnya.
Mega berharap Pemerintahan Jokowi-JK akan menjadi energi bagi seluruh rakyat untuk menjalankan kebijakan pemerintah yang berdasarkan kehendak rakyat.
"Energi kebangkitan kita satu padukan menjadi gerakan perubahan yang menyatu dengan kehendak rakyat. Kepemimpinan Jokowi-JK, saya yakini akan membuka lebar bagi seluruh kehendak baik," kata Mega di hadapan ribuan kader PDIP yang hadir dalam rakernas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)