medcom.id, Jakarta: Hubungan Partai Golkar dan Partai Demokrat diprediksi bakal renggang. Hal tersebut menyusul sikap Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) yang menolak Perppu Pilkada terbitan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya kira akan mempengaruhi keakraban Golkar dan Demokrat," kata pengamat politik Center For Strategic And International Studies (CSIS) Arya Fernandes, saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (4/12/2014).
Dia mengatakan partai berlambang bintang mercy akan mengupayakan sekuat tenaga, agar Perppu Pilkada dapat 'gol'. Sebab Perppu Pilkada tersebut dikeluarkan oleh seorang SBY. "Demokrat tentu ingin menjaga putusan Perppu Pilkada yang dikeluarkan SBY diakhir masa jabatannya. Perppu Pilkada adalah harga diri Demokrat," terangnya.
Lebih lanjut Arya mengatakan Koalisi Merah petih seharusnya menjaga betul Demokrat, sebab posisinya dapat menggoyang keutuhan Koalisi Merah Putih (KMP). "Posisi Demokrat akan mempengaruhi KMP. Bisa saja Demokrat menggoyang KMP, apalagi hari Demokrat mengatakan Golkar ingkar janji," imbuhnya.
Sebelumnya Ical memerintahkan kadernya menolak Perppu Pilkada terbitan mantan SBY di akhir masa jabatannya. Ketua DPP Golkar Aziz Syamsuddin menyampaikan apa yang menjadi alasan sehingga keputusan itu dikeluarkan. "Keputusan dari Munas Golkar, masukan dari daerah, pemegang suara, meminta Pilkada tetap dipertahankan sehingga pemilihan melalui DPRD. Itu hasil dari teman-teman daerah tingkat II," kata Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Desember kemarin.
medcom.id, Jakarta: Hubungan Partai Golkar dan Partai Demokrat diprediksi bakal renggang. Hal tersebut menyusul sikap Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) yang menolak Perppu Pilkada terbitan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya kira akan mempengaruhi keakraban Golkar dan Demokrat," kata pengamat politik
Center For Strategic And International Studies (CSIS) Arya Fernandes, saat berbincang dengan
Metrotvnews.com, Kamis (4/12/2014).
Dia mengatakan partai berlambang bintang mercy akan mengupayakan sekuat tenaga, agar Perppu Pilkada dapat 'gol'. Sebab Perppu Pilkada tersebut dikeluarkan oleh seorang SBY.
"Demokrat tentu ingin menjaga putusan Perppu Pilkada yang dikeluarkan SBY diakhir masa jabatannya. Perppu Pilkada adalah harga diri Demokrat," terangnya.
Lebih lanjut Arya mengatakan Koalisi Merah petih seharusnya menjaga betul Demokrat, sebab posisinya dapat menggoyang keutuhan Koalisi Merah Putih (KMP). "Posisi Demokrat akan mempengaruhi KMP. Bisa saja Demokrat menggoyang KMP, apalagi hari Demokrat mengatakan Golkar ingkar janji," imbuhnya.
Sebelumnya Ical memerintahkan kadernya menolak Perppu Pilkada terbitan mantan SBY di akhir masa jabatannya. Ketua DPP Golkar Aziz Syamsuddin menyampaikan apa yang menjadi alasan sehingga keputusan itu dikeluarkan. "Keputusan dari Munas Golkar, masukan dari daerah, pemegang suara, meminta Pilkada tetap dipertahankan sehingga pemilihan melalui DPRD. Itu hasil dari teman-teman daerah tingkat II," kata Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Desember kemarin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)