Pelaksana Tugas Sekjen Kementerian Pertahanan Letjen I Wayan Midhio. Foto: MI/Bary Fathahilah
Pelaksana Tugas Sekjen Kementerian Pertahanan Letjen I Wayan Midhio. Foto: MI/Bary Fathahilah

Postur Pertahanan Nirmiliter Daerah Perlu Dikembangkan

Nasional pertahanan keamanan
Golda Eksa • 06 September 2017 15:49
medcom.id, Jakarta: Otonomi memberikan kewenangan luas bagi pemerintah daerah mengurus rumah tangganya masing-masing. Namun, persoalan pertahanan negara menjadi pengecualian. Persoalan ini masih menjadi tanggung jawab penuh pemerintah pusat.
 
"Padahal, peran daerah dalam aspek pertahanan negara sangat penting. Daerah menjadi pintu masuk datangnya ancaman nonmiliter yang bersifat multidimensi," ujar Pelaksana Tugas Sekjen Kementerian Pertahanan Letjen I Wayan Midhio seusai acara lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat Nasional 2017, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu 6 September 2017.
 
Untuk itu, kata dia, sangat diperlukan pengembangan postur pertahanan nirmiliter di daerah. Meliputi, pengembangan kewaspadaan dini, bela negara, ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, sosial, moral, serta dukungan pertahanan negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan langkah ini harus dimulai dengan sinkronisasi kebijakan pertahanan negara antara pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.
 
Ia mencontohkan pembinaan kesadaran bela negara. Aturan ini dapat dilaksanakan di lingkungan pendidikan, pemukiman, serta lingkungan pekerjaan. Pembinaan ini, kata dia, membutuhkan pola pembinaan yang simultan, terpadu, menyeluruh, dan selaras dengan sasaran pembangunan nasional.
 
Ancaman media sosial
 
Di sisi lain, tambah Midhio, perkembangan media sosial yang terbukti memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia juga perlu diperhitungkan.
 
"Pesatnya informasi berbasis daring justru ikut menimbulkan dampak negatif, semisal pelecehan, pencemaran nama baik, bullying, pesan kebencian, pornografi, dan persoalan lainnya," kata I Wayan.
 
Ia menduga sikap bela negara dan cinta tanah air warga tengah mengalami degradasi akibat pengaruh teknologi informatika dan media sosial.
 
"Untuk itu, Kemhan berupaya membentuk kembali karakter bangsa melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan karakter generasi muda," ujarnya.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif