Presiden Joko Widodo. (Foto: MI/Ramdani)
Presiden Joko Widodo. (Foto: MI/Ramdani)

Presiden: Penanganan Pandemi Harus Tetap Serius

Andhika Prasetyo • 23 Mei 2022 15:39
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan penanganan pandemi covid-19 di tingkat global harus terus dilanjutkan. Upaya serius dalam penanganan covid-19 harus tetap dilakukan hingga covid-19 betul-betul bukan lagi menjadi ancaman.
 
Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat sambutan dalam pembukaan Sidang Komisi ke-78 United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 23 Mei 2022. Satu strategi yang terus digaungkan Jokowi adalah pemerataan akses terhadap vaksin covid-19 bagi seluruh masyarakat dunia.
 
Dia menyebut sebagian negara telah mencatatkan jumlah vaksinasi yang tinggi. Di sisi lain, ada negara yang pencapaian vaksinasinya masih minim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia meminta UNESCAP ikut turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Kesenjangan vaksinasi, terutama di kawasan Asia Pasifik harus ditutup.
 
"Kawasan ini memiliki negara dengan pencapaian vaksinasi tertinggi dan juga terendah di dunia. UNESCAP harus dapat mendukung terbentuknya jaringan fasilitas produksi dan distribusi vaksin regional agar tantangan logistik dab rantai pasok teratasi," ujar Jokowi.

Peningkatan Pendanaan

Selain itu, Presiden mendorong komunitas negara-negara Asia Pasifik meningkatkan pendanaan dalam upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).
 
Asian Development Bank memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk mengakselerasi SDGs di Asia Pasifik mencapai USD1,5 triliun.
 
Namun, ketersediaan pendanaan secara global hanya USD1,4 triliun. Menurut dia, kesenjangan besar ini harus ditutup dan investasi sektor swasta harus didorong.
 
"Meskipun Asia Pasifik kawasan terbesar bagi penanaman modal asing, nilai investasi ke kawasan sendiri masih kecil. UNESCAP perlu mendorong penguatan investasi intrakawasan, mendukung kemudahan berusaha, promosi dan bisnis matching di antara negara anggota," jelas dia.
 
Baca: Menko PMK: Jadi Endemi, Pembiayaan Pengobatan Covid-19 Dialihkan ke BPJS Kesehatan
 
Jokowi mengatakan pendanaan inovatif perlu diciptakan. Kolaborasi UNESCAP dengan ADB dan lembaga pendanaan lainnya juga sangat diharapkan.
 
"Indonesia sendiri memajukan berbagai pendanaan inovatif, termasuk SDGs Indonesia one, green sukuk, dan ekonomi karbon," tutur dia.

Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Jokowi juga menekankan pentingnya penciptaan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Digitalisasi, pemberdayaan UMKM, dan ekonomi hijau adalah kunci untuk menatap masa depan yang lebih baik.
 
"Optimalisasi digitalisasi perdagangan akan memangkas biaya perdagangan di kawasan setidaknya 13 persen. Akses UMKM pada financial inclusion dan rantai pasok kawasan perlu didorong," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif