11 Partai Dilaporkan ke Bawaslu
Ilustrasi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.
Jakarta: Indonesia Election Watch melaporkan 11 partai politik peserta Pemilu 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Partai itu diduga mencuri start kampanye melalui media elektornik dan media cetak.
 
Koordinator Indonesia Election Watch Nofria Atma Rizki mengatakan, jadwal kampanye dan masa tenang diatur pada Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019.
 
Sesuai aturan KPU masa kampanye calon anggota DPR, DPD, dan DPRD serta pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 23 September 2018 sampai 13 April 2019.
 
"Tadi sudah kami laporkan. Mulai tanggal 18 Februari 2018 sampai September besok Bawaslu harus mengawasi, melakukan pencegahan terhadap partai-partai politik untuk melaksanakan kampanye," kata Nofria dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 Mei 2018.
 
Rizki mencatat, 11 parpol itu diduga melakukan kampanye melalui tiga ruang publik, media audiovisual, cetak dan media luar ruang.
 
"Ada sekitar 12 parpol yang melakukan kampanye. Di media audiovisual itu ada Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Di media cetak ada Partai Demokrat, PAN, PSI. Di media luar ruang itu ada Partai Demokrat, Gerindra, PDIP, NasDem, PPP, PBB, PKS, PKB. Total dari data yang kami dapat ada 11 partai politik yang melakukan kampanye. Padahal belum masanya kampanye," katanya.
 
Dia mengungkapkan, bentuk pelanggaran berupa pemasangan iklan partai sampai relawan pemenangan pasangan calon presiden. Sebut saja, Partai Golkar yang mengkampanyekan relawan GOJO (Golkar Jokowi) lewat iklan di televisi.
 
"Ada dokumen foto-foto kami lampirkan, ada pemasangan iklan di koran di media cetak, pemasangan billboard, ada juga yang sudah tayang di TV swasta. Seperti Gojo, PDIP," ungkapnya.
 
Rizky ingin Bawaslu menegakkan aturan soal masa kampanye Pemilu Serentak 2019. Tujuannya, untuk menjaga marwah penyelenggaraan pemilu agar bersih adil dan jujur.
 
"Kami ingin menegakkan aturan tersebut, ingin bekerjasama mendorong Bawaslu untuk menegakkan aturan tersebut agar aturan ini dapat dijalankan supaya proses pemilu di Indoensia berjalan dengan baik," tegas Rizki.

Baca: Bawaslu Beri Batasan Kampanye Pilkada saat Ramadan

Indonesia Election Watch juga meminta Bawaslu memanggil 11 partai politik tersebut. Rizki mengatakan, 11 partai yang dilaporkan yaitu Golkar, PDIP, Demokrat, PAN, PSI, Gerindra, PKB, PPP, NasDem, PKS dan PBB.
 
"Kami menginginkan Bawaslu bertindak tegas dan adil untuk memanggil dan memeriksa seluruh partai di atas dan juga partai-partai lain," kata Rizki.
 
Jika tidak mengambil tindakan, pihaknya akan melaporkan Bawaslu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sebab, sudah menjadi tugas Bawaslu melakukan kontrol dan pengawasan terhadap segala tahapan penyelenggaraan Pemilu.
 
"Ini tugas Bawaslu untuk mengawasi tentang masa kampanye partai politik," tandas Rizki.






(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360