Gerindra Bantah Sandiaga Bayar Rp500 Miliar untuk Jadi Cawapres

Whisnu Mardiansyah, Marcheilla Ariesta 08 Agustus 2018 23:32 WIB
pilpres 2019
Gerindra Bantah Sandiaga Bayar Rp500 Miliar untuk Jadi Cawapres
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kiri). (MI/Ramdani)
Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membayar mahar kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dia bakal mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Saya kira enggak benar. Setahu saya, pertemuan Pak Prabowo dan Pak SBY kan kemarin sore, kemarin siang. Kalau malam ini, setahu saya belum ada rencana pertemuan beliau dengan SBY. Setahu saya ya," ucapnya kepada awak media di Jakarta, Rabu 8 Agustus 2018.

Muzani menuturkan, hingga pagi tadi masih ada dua nama yang dipegang oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dua nama tersebut adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.


Dia menambahkan, kedua nama tersebut masih dikonsultasikan dengan partai koalisi. Mereka juga belum mengumumkan nama yang akan dipilih mendampingi Prabowo di bursa pemilihan presiden 2019.

"Jadi dikonsultasikan dari pagi sampai malam ini, hasilnya ya malam ini mau kita putuskan," tutur Muzani.

Baca: Andi Arief Sebut Prabowo Jenderal Kardus

Dia mengatakan, cuitan politikus Demokrat Andi Arief yang mengatakan putusnya koalisi dua partai masih harus dicek. Menurut Muzani, pernyataan Andi Arief tidak mewakili keseluruhan Demokrat.

"Nanti saya cek dulu pembicaraan dengan pimpinan teras Demokrat. Karena produktivitas pembicaraan kita dengan Demokrat sangat baik, sangat bagus," tukasnya.

Dia menegaskan, sebelum ada putusan dari mulut ketua partai, maka peluang koalisi masih terbuka.

Politikus Partai Demokrat Andi Arief tetiba mengungkapkan sinyal partainya bercerai dengan koalisi Prabowo Subianto. Dia mengatakan, Prabowo lebih tertarik dengan uang Rp500 miliar yang digelontorkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk membayar mahar ke PAN dan PKS untuk menjadi calon wakil presiden usungan oposisi.

Andi Arief menduga, Sandiaga Uno dan Prabowo terlibat pengaturan skor dalam pertandingan dengan Presiden Joko Widodo. 



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id