Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto. ANT/Puspa Perwitasari
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto. ANT/Puspa Perwitasari

Airlangga-Bamsoet Masih Dominasi Bursa Caketum Golkar

Nasional munas golkar
Arga sumantri • 08 Juli 2019 05:47
Jakarta: Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi membaca Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) masih mendominasi bursa calon ketua umum (caketum) Partai Golkar. Burhanuddin belum melihat ada kader Golkar lain yang menonjol sebagai kandidat ketua umum.
 
"Belum ada geliat untuk meyakinkan di luar dari dua nama yang muncul. Masih Airlangga dan Bamsoet," kata Burhanuddin usai diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 7 Juli 2019.
 
Terlepas dari fenomena itu, menurut Burhanuddin, hasil munas Golkar mendatang tak hanya ditentukan oleh dinamika internal partai. Ia membaca faktor eksternal berpotensi menentukan siapa ketum Golkar terpilih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya itu soal tiket atau restu yang diberikan Jokowi (Presiden Joko Widodo) sebagai presiden. Dan itu fakta yang tidak terbantahkan," ungkapnya.
 
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia itu menjelaskan dinamika politik internal Golkar begitu cair. Misalnya, pada Pemilu 2004, Golkar berhasil menjadi pemenang pemilu ketika di bawah komando Akbar Tanjung
 
Namun, capaian itu nyatanya tidak diapresiasi penuh para kader. Akbar justru kalah dalam bursa ketum Golkar periode selanjutnya.
 
"Justru (ketum Golkar) diberikan kepada Jusuf Kalla di Munas Bali," ujarnya.
 
Bagi Burhanuddin, situasi ini menunjukkan kekuasaan menjadi faktor menentukkan di luar performa elektoral ketua umum petahana di pemilu sebelumnya. Makanya, ia masih percaya bila variabel kedekatan dengan kekuasaan masih menjadi faktor penting yang menentukan ketum Golkar terpilih.
 
"Saya masih yakin dengan tesis, siapa pun yang menang di Munas mendatang, sangat ditentukan apakah si calon memiliki restu dari kekuasaan atau tidak," ungkapnya.
 
Merujuk situasi saat ini, kata dia, Airlangga dan Bamsoet masih jadi tokoh yang punya akses langsung terhadap kekuasaan, dalam hal ini, Presiden Jokowi. Airlangga merupakan ketum Golkar sekaligus menteri Jokowi, sementara Bamsoet adalah Ketua DPR.
 
"Dua-duanya punya akses, punya hotline dengan presiden," ujarnya.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif