Ketua Umum PSI Grace Natalie dan kader PSI di Kompleks Istana Kepresidenan -- Foto: medcom.id/Damar Iradat.
Ketua Umum PSI Grace Natalie dan kader PSI di Kompleks Istana Kepresidenan -- Foto: medcom.id/Damar Iradat.

PSI Bahas WNI Korban Perdagangan Manusia ke Jokowi

Nasional partai solidaritas indonesia
Damar Iradat • 19 Juli 2019 04:15
Jakarta: Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie melaporkan soal 16 perempuan warga Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia di Tiongkok ke Presiden Joko Widodo. Menurut Grace, hal tersebut perlu dilaporkan ke Presiden Jokowi karena penanganannya terkesan lambat.
 
"Kami sampaikan ke beliau berbagai update, termasuk yang kami advokasi ada sejumlah perempuan Indonesia yang jadi korban human trafficking," kata Grace usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Menurut Grace, Presiden Jokowi berjanji bakal menangani masalah tersebut. Kepala Negara, kata dia, juga langsung menghubungi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendapat informasi tersebut darinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi, menurut dia, meminta agar para korban perdagangan manusia itu bisa segera pulang ke tanah air. Bahkan, dengan tegas, Jokowi bakal menjemput langsung para korban tersebut.
 
"Beliau minta ini harus segera dipulangkan. Bahkan beliau bilang 'kalau perlu saya jemput,'" ujarnya menirukan ucapan Jokowi.
 
Sebelumnya, sejak setahun lalu, PSI mengadvokasi 16 perempuan Indonesia yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Tiongkok. Ke-16 korban ini dijual dan disekap di negara tirai bambu tersebut.
 
Saat ini, para ke-16 korban tersebut masih berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok. Namun, hingga sampai saat ini mereka belum bisa pulang.
 
Menurut Grace, para perempuan yang kebanyakan berasal dari provinsi Jawa Barat itu ditipu dengan iming-iming bakal mendapat pekerjaan. Namun, nyatanya mereka dijual dan diperlakukan dengan kasar.
 
"Mereka dipaksa berhubungan dengan tidak normal dan kayak tahanan, dikasih makannya lewat jendela. Kasus ini sudah setahun mandek," kata Grace.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif