Presiden Jokowi. MI/Ramdani
Presiden Jokowi. MI/Ramdani

Jokowi dan Mahathir Mohammad Bakal Bahas Diskriminasi Sawit

Nasional minyak sawit
Damar Iradat • 08 Agustus 2019 12:15
Jakarta: Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad di Malaysia, pada Kamis, 8 Agustus 2019. Ada sejumlah hal yang akan dibahas dengan Mahathir, di antaranya soal diskriminasi kelapa sawit.
 
"Mengenai diskriminasi minyak kelapa sawit kita, itu yang utama," ungkap Jokowi usai meresmikan Gedung Baru Sekretariat ASEAN di Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.
 
Kebijakan Delegated Act milik Uni Eropa dianggap mendiskriminasi minyak sawit dari jenis minyak nabati lainnya. Minyak sawit dinilai tidak dikelola dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan berbasis kelestarian lingkungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia bersama negara-negara produsen sawit yang tergabung dalam CPOPC menganggap Delegated Act sebagai kompromi politik Uni Eropa untuk mengisolasi, dan menyingkirkan minyak sawit dari sektor energi terbarukan. Tujuannya, menguntungkan minyak produksi Uni Eropa dan minyak nabati terbarukan lain yang kurang kompetitif.
 
Indonesia dalam berbagai forum internasional termasuk dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa ke-22 di Brussels, Januari lalu, terus menyuarakan protesnya untuk melawan diskriminasi terhadap sawit.
 
Di sisi lain, Jokowi berencana membahas wilayah perbatasan Malaysia dengan Indonesia. Kepala Negara juga akan membahas permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bersama Mahathir.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif