Staf Khusus Menhan bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Staf Khusus Menhan bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Alasan Prabowo Banyak Kunjungan Luar Negeri

Nasional pks prabowo subianto alutsista
Intan Yunelia • 23 Januari 2020 13:26
Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sudah beberapa kali kunjungan kerja ke luar negeri usai dilantik Oktober 2019. Dia kerap bepergian untuk menjalankan diplomasi pertahanan.
 
"Juga terkait persenjataan alutsista (alat utama sistem pertahanan) butuh clearance (izin)," kata Staf Khusus Menhan bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga Dahnil Anzar Simanjuntak di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2020.
 
Lobi-lobi dibutuhkan dalam transaksi alutsista. Pasalnya, transaksi senjata dan alat pertahanan dengan negara lain cukup rumit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kan beli senjata enggak seperti beli TV atau beli mobil di dealer tapi butuh clearance, kesepakatan, G2G (government to government). Apalagi sekarang beli senjata walaupun belinya business to business, akhirnya clearance-nya G2G," ujar Dahnil.
 
Dia pun menilai kritikan terhadap Prabowo karena sering ke luar negeri tak perlu menjadi polemik. Masalah ini sejatinya dipahami pihak-pihak yang terlibat dalam isu pertahanan.
 
"Jadi kritik yang seolah-olah menyebut Pak Prabowo jalan-jalan itu bukti bahwasannya ada yang salah dengan literasi pertahanan para politisi kita," pungkas dia.
 
Kunjungan kerja Prabowo sempat disindir Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera. Dia mengingatkan mengenai pesan Presiden Joko Widodo agar kunjungan ke luar negeri dilakukan melalui ponsel.
 
"Saat (pidato kenegaraan) 16 Agustus 2019 lalu (Presiden) mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri," kata Mardani, Jumat, 17 Januari 2020.
 
Mardani ingin ada hal baik yang dibawa Prabowo usai kunjungan kerja ke tujuh negara. Kerja Prabowo, kata dia, harus dibuka ke publik.
 
"Mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik," ujar dia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif