Suasana diskusi di Kantor Formappi, Jakarta. Foto: Damar Iradat/Medcom.id
Suasana diskusi di Kantor Formappi, Jakarta. Foto: Damar Iradat/Medcom.id

Gerindra Dinilai Bisa Jadi Duri Dalam Daging di Kabinet

Nasional pilpres 2019
Damar Iradat • 28 Juni 2019 16:55
Jakarta: Partai Gerindra dinilai tak akan mengefektifkan jalannya roda pemerintahan bila bergabung dengan koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Bergabungnya Gerindra ke barisan petahana hanya berefek pada turunnya ketegangan politik. Bisa jadi duri dalam daging.
 
“Merangkul dalam kerangka koalisi tidak terbukti efektif bagi kelangsungan pemerintahan. Tegangan politik berkurang iya, tapi belum tentu pemerintahan efektif,” ujar Analis Politik Exposit Strategic Arif Susanto dalam sebuah diskusi di Kantor Formappi, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Hal tersebut, terang dia, terlihat pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Saat itu, koalisi pemerintahan cukup gemuk, tapi banyak kebijakan yang tidak berjalan efektif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejatinya, lanjut dia, oposan tak melulu harus diajak bergabung dengan koalisi pemerintah. Hal yang lebih penting ialah membentuk oposisi yang mapan dan tak asal mengkritik.
 
Dia menilai oposisi selama ini cenderung mendelegitimasi secara masif ke pemerintah dengan segala cara. “Oposan itu tidak harus diakomodasi, yang penting menciptakan oposan yang mapan. Kita lihat saja Gerindra sejak dulu habis-habisan hajar Jokowi. PDIP juga dulu habis-habisan ke SBY saat jadi oposisi,” jelasnya.
 
Dia menilai Jokowi suka merangkul lawan politik. Hal ini terlihat pasca Pilpres 2014, Jokowi menyambangi Prabowo di Hambalang dan naik kuda bersama.
 
“Itu menunjukkan Jokowi punya kemampuan merangkul lawan,” tuturnya.
 
Partai Gerindra disebut sebagai prioritas utama partai non-pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin masuk ke dalam kabinet. Tawaran itu dinilai wajar melihat raihan suara Gerindra di Pileg 2019 kemarin.
 
"Kalau menurut saya wajar Partai Gerindra prioritas karena kami suara terbanyak kedua di Pemilu 2019. Tentu kursi parlemen kami sangat signifikan," kata Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade di Jakarta, Rabu 26 Juni 2019.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif