Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis menilai blusukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini ke kawasan kumuh di Jakarta hanya pencitraan. Hal tersebut hanya untuk menutupi kekurangan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"Pencitraan untuk mencontoh Pak Joko Widodo masuk-masuk ke lobang, tapikan masalah di Kemensos bukan itu," ujar Iskan kepada Medcom.id, Selasa, 5 Januari 2021.
Iskan menjelaskan permasalahan utama yang ada di Kemensos ialah data. Hal tersebut yang seharusnya dapat diselesikan di era kepimpinan Risma.
Baca: KPK Soroti Akurasi Data Penerima Bansos
"Data tidak valid, sudah sejak jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah di update, anggaran Kemensos ratusan miliar rupiah untuk data tapi enggak berubah," kata dia.
Poltikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyarankan Risma fokus memetakan apa saja permasalahan sesuai tugas dan kewenangan Kemensos. Setelah itu, Risma dapat melakukan langkah-langkah menyelesaikan permasalahan yang ada.
Risma memulai aktivitasnya sebagai mensos pada Senin, 28 Desember 2020. Sebelum ke Kantor Kementerian Sosial, dia mengunjungi pemulung di sekitar Kali Ciliwung, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Dia berdialog dengan suami istri yang tengah menarik gerobak.
Kader PDI Perjuangan itu menanyakan berbagai hal kepada kedua pemulung. Rombongan Mensos lalu melihat permukiman warga di bawah jembatan sekitar Fly Over Pramuka hingga menyambangi Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur di Bekasi, Jawa Barat.
Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis menilai blusukan Menteri Sosial (Mensos) Tri
Rismaharini ke kawasan kumuh di Jakarta hanya pencitraan. Hal tersebut hanya untuk menutupi kekurangan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"Pencitraan untuk mencontoh Pak Joko Widodo masuk-masuk ke lobang, tapikan masalah di Kemensos bukan itu," ujar Iskan kepada
Medcom.id, Selasa, 5 Januari 2021.
Iskan menjelaskan permasalahan utama yang ada di Kemensos ialah data. Hal tersebut yang seharusnya dapat diselesikan di era kepimpinan Risma.
Baca: KPK Soroti Akurasi Data Penerima Bansos
"Data tidak valid, sudah sejak jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah di
update, anggaran Kemensos ratusan miliar rupiah untuk data tapi enggak berubah," kata dia.
Poltikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyarankan Risma fokus memetakan apa saja permasalahan sesuai tugas dan kewenangan
Kemensos. Setelah itu, Risma dapat melakukan langkah-langkah menyelesaikan permasalahan yang ada.
Risma memulai aktivitasnya sebagai mensos pada Senin, 28 Desember 2020. Sebelum ke Kantor Kementerian Sosial, dia mengunjungi pemulung di sekitar Kali Ciliwung, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Dia berdialog dengan suami istri yang tengah menarik gerobak.
Kader PDI Perjuangan itu menanyakan berbagai hal kepada kedua pemulung. Rombongan Mensos lalu melihat permukiman warga di bawah jembatan sekitar
Fly Over Pramuka hingga menyambangi Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur di Bekasi, Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)