Politikus senior Partai Demokrat Marzuki Alie. Foto: MI/Rommy Pujianto
Politikus senior Partai Demokrat Marzuki Alie. Foto: MI/Rommy Pujianto

Demokrat Bantah Tudingan Marzuki Alie

Anggi Tondi Martaon • 13 Februari 2021 23:47
Jakarta: Partai Demokrat membantah tudingan yang disampaikan kader senior Marzuki Alie. Setidaknya, ada dua tudingan yang disampaikan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai lambang bintang mercy itu.
 
Pertama, tudingan keberadaan mahar yang harus disetorkan kader yang ingin maju sebagai calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat diklaim tidak pernah meminta uang.
 
"Enggak ada (mahar)," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Yogyakarta Heri Sebayang dalam program Newsmaker Medcom.id, Sabtu, 13 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Terkuak, Ini Dia DPD Demokrat yang Diajak Bertemu Moeldoko
 
Dia tak membantah jika DPP meminta iuran kepada kader yang maju dalam kontestasi pilkada. Namun, hal itu dianggap sebagai urunan.
 
"Bukan mahar. Kalau bagi saya itu urunan gitu sang calon. Ya wajar dong," ungkap dia.
 
Dia menyebutkan uang yang dikumpulkan dari kader yang maju dalam pilkada itu pun diserahkan kembali dalam bentuk logistik kampanye. Salah satunya, bendera partai.
 
"Kami dikirimin ribuan bendera, manti dipasang di daerah itu," sebut dia.
 
Selain itu, urunan digunakan untuk operasional kampanye yang lain. Salah satunya penyediaan konsumsi masyarakat yang mengikuti kampanye.
 
"Kan ada ngumpulin orang kan harus beli minum, makanan," ujar dia.
 
Tudingan kedua Marzuki Alie soal eks Ketua Umum (Ketum) Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung politik dinasti di partainya. Kritik ini disampaikan setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipilih menjadi ketum menggantikan SBY. 
 
Dia menegaskan AHY dipilih sudah melalui proses demokratis. Heri menyebut hanya ada satu calon yang mendaftar pada Kongres Partai Demokrat 2020. Tidak ada pilihan lain bagi kader selain mendukung kepemimpinan AHY.
 
"Pak SBY mau kita calonkan, dia (SBY) tidak mau. Kalau enggak mau ya siapa lagi," sebut dia.
 
Dia menegas SBY konsisten dengan prinsip tersebut. Bahkan, dia menolak saat kader meminta istrinya, almarhumah Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono), maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Heri tidak menjelaskan alasan Presiden ke-6 Indonesia itu menolak keinginan tersebut.
 
"Ada (kader) yang bilang, mohon maaf, Bu Ani saja kita calon kan sebagai capres. 'Jangan' kata Bapak (SBY)," ujar dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif