Presiden Joko Widodo bersama pala ulama. Foto: Istana Kepresidenan
Presiden Joko Widodo bersama pala ulama. Foto: Istana Kepresidenan

Presiden Ungkap Peran NU Dalam Membesarkan Negara

Dheri Agriesta • 27 Februari 2019 18:34
Banjar: Presiden Joko Widodo membuka musyawarah nasional alim ulama dan konferensi besar Nahdlatul Ulama 2019 di Kota Banjar. Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi kontribusi NU buat negara.
 
"NU sebagai jamiyah diniyah Islamiah terbesar di Indonesia dan bahkan di dunia. Sudah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perjuangan, menjaga, dan merawat negara besar kita Indonesia yang kita cintai bersama," kata Presiden saat sambutan di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Jokowi menyebut kontribusi Nahdiyin mempertahankan keutuhan negara tercatat dalam sejarah. Nahdiyin berada di garis depan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
 
Jokowi juga menyebut NU selalu berupaya mempertahankan Pancasila dari pihak yang mempertentangkan ideologi negara itu dengan Islam. NU memandang Pancasila sebagai solusi sejak Indonesia merdeka.
 
"Maka saya menyambut dengan penuh gembira Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar tahun 2019 Nahdlatul Ulama ini," kata Presiden.
 
Presiden juga menyinggung peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pidatonya. Apalagi, dunia bakal menyambut gelombang revolusi industri 4.0.
 
Baca: Ma'ruf Sebut NU 'Kendaraan Penyelamat'
 
Pemerintah telah menyiapkan strategi besar menyambut revolusi industri ini. Kepala Negara menilai masyarakat dan pemerintah memiliki kemampuan bersaing dengan negara lain.
 
"Kita harus optimistis bahwa SDM-SDM Indonesia mampu berkompetisi mampu bersaing dengan negara-negara lain,"  ujarnya.
 
Salah satu upaya mewujudkan itu dengan membangun ribuan balai latihan kerja (BLK) di lingkungan pondok pesantren. BLK ini akan mewadahi masyarakat meningkatkan kemampuan diri.
 
"Saya sudah perintahkan juga kepada Menaker tahun depan minimal 3.000 BLK komunitas di pondok-pondok pesantren juga harus dibangun," kata Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>