Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Jangan Salah, PPKM Jaga Kita dari Lonjakan Kasus Covid-19

Antara • 22 September 2022 23:10
Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bukan kebijakan ngawur. Dia menegaskan hal tersebut sebagai antisipasi menghadapi lonjakan kasus covid-19.
 
"PPKM merupakan kebijakan yang menjaga kita sebagai masyarakat apabila ke depannya terjadi kembali lonjakan kasus covid-19," ujar Wiku dikutip dari Antara, Kamis, 22 September 2022.
 
Ia menyampaikan pandemi covid-19 di Indonesia relatif stabil sejak Maret 2022. Menurut Wiku, sempat ada kenaikan kasus pada Agustus 2022, namun angkanya tak signifikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya sedang merancang peta jalan (roadmap) masa transisi menuju hidup berdampingan dengan covid-19. Hal tersebut akan diinformasikan lebih lanjut.
 

Baca: Keren, Enggak Ada Tenaga Kesehatan DKI Kelelahan Mental Usai Pandemi


Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyarankan kebijakan PPKM masih perlu diberlakukan. Sehingga, masyarakat tidak abai terhadap protokol kesehatan.
 
"Dengan adanya status PPKM maka semua diingatkan bahwa status masih pandemi," ujar Dicky.
 
PPKM, kata dia, terbukti efektif mengendalikan kasus covid-19 sekaligus mengejar capaian vaksinasi agar lebih tinggi. Ia menilai terbuka risiko kesehatan lebih lebar jika PPKM tidak lagi diberlakukan.
 
"Sebetulnya PPKM bisa saja dicabut, itu kewenangan pemerintah. Tapi dampaknya bisa merugikan ketika masyarakat abai prokes dan vaksinasi," tuturnya.

 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif