Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Dok Medcom.id
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Dok Medcom.id

Rerie: Upaya Memperjuangkan Hak Masyarakat Adat Harus Konsisten

Theofilus Ifan Sucipto • 09 Agustus 2022 16:56
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mengajak seluruh pihak konsisten memperjuangkan hak masyarakat adat. Hal itu bertepatan dengan peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia pada Selasa, 9 Agustus 2022.
 
“Perjuangan meningkatkan kesadaran dan melindungi hak-hak masyarakat adat harus konsisten lewat berbagai upaya,” kata Rerie dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Rerie mengatakan Hari Masyarakat Adat Sedunia seharusnya menjadi momentum pendorong bangsa. Supaya hak-hak masyarakat adat terpenuhi sebagai salah satu sumber budaya di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Salah satunya dengan mengakselerasi hadirnya undang-undang Masyarakat Hukum Adat,” papar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
 

Rerie mendorong pemerintah dan DPR segera mengesahkan rancangan UU (RUU) Masyarakat Hukum Adat. Beleid itu dinilai bukti pengakuan dan wujud perlindungan negara terhadap kelompok masyarakat adat.
 
“Masyarakat adat merupakan salah satu pilar kekuatan bangsa dalam menjawab berbagai tantangan di masa depan,” tegas dia.
 

Baca juga: MGN dan Pemkab Jayapura Teken MoU Penyelenggaraan Kongres AMAN VI


 
Rerie mengutip tema peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional. Tema tersebut, yakni Peranan Perempuan Adat dalam Pelestarian dan Transmisi Pengetahuan Tradisional. Kelompok masyarakat adat menggunakan tujuh ribu bahasa dunia dan mewakili lima ribu budaya yang berbeda.
 
“Fokus pada peran perempuan adat karena mereka tulang punggung komunitas yang berperan penting dalam pelestarian dan pengetahuan tradisional,” jelas dia.
 
Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 476 juta masyarakat adat dunia tinggal di 90 negara. Jumlah tersebut setara dengan lima persen populasi dunia.
 
“Tapi menyumbang 15 persen kelompok termiskin,” tutur Rerie.
 
Fakta tersebut, kata Rerie, menunjukkan pentingnya peran masyarakat adat melestarikan kekayaan budaya di semua negara. Termasuk di Indonesia.
 
“Pemangku kepentingan di setiap negara harus mengambil langkah segera untuk memberi jaminan kepada masyarakat adat untuk memastikan hak-hak mereka,” ujar dia.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif