Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Dok Medcom.id
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Dok Medcom.id

Generasi Muda Harus Menjadi Benteng Penjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Arga sumantri • 01 Oktober 2022 21:37
Jakarta: Generasi muda harus memperkuat niat bersama untuk menjadi benteng penjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki negeri ini. Menjadi Indonesia harus berani berbeda dengan keragaman identitas, budaya dan bahasa dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
 
Ini disampaikan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan secara virtual bertema Merawat Kebhinekaan, Toleransi, Persatuan dan Kesatuan Indonesia. Kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Diklat Komando Inti Mahatidana, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas di Lapangan Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, 30 September 2022..
 
"Beberapa waktu terakhir kita sebagai anak bangsa merasakan munculnya perbedaan yang disebabkan berbeda pandangan terkait sejumlah hal di tengah kehidupan kita," kata Lestari Moerdijat, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rerie, sapaannya, mengatakan perbedaan pendapat atau pilihan bukan alasan untuk menciptakan perpecahan. Sudah waktunya setiap anak bangsa dan generasi muda bersama-sama menanamkan kesadaran untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. 
 
Menurut Rerie, keberagaman adalah sebuah kekayaan dan perbedaan bukan untuk dijadikan bahan saling benci dan bermusuhan. Generasi muda memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam keberagaman. 
 

Baca: Prinsip Inklusi dan Kesetaraan Harus Tertanam dalam Sistem Pendidikan Nasional


Anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah itu mengungkapkan kebhinekaan juga berpotensi melahirkan tantangan berupa polarisasi dan dikotomi karena perbedaan pilihan politik di tengah masyarakat. Kondisi itu ditambah lagi dengan munculnya perubahan di berbagai bidang kehidupan di dunia yang juga berdampak pada kondisi sosial, politik, dan ekonomi bangsa Indonesia saat ini.
 
"Karenanya, kita sebagai bangsa harus mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan  dengan membangkitkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan yang diwarisi oleh para pendiri bangsa," ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
 
Hadir pada kesempatan itu Anggota MPR dari Fraksi Partai NasDem sekaligus Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Sumatra Selatan Fauzi H Amro. Kemudian, Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono,  Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas Yudo F Sudiro, dan para peserta diklat Koti Mahatidana Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif