Ilustrasi. Foto: dok.MI
Ilustrasi. Foto: dok.MI

Mendaftarkan Reog ke UNESCO Dinilai Langkah Tepat

Antara • 25 Mei 2022 04:00
Jakarta: Anggota DPR Edhie Baskoro Yudhoyono berharap reog menjadi budaya tingkat dunia yang harus diperjuangkan Indonesia. Menurut dia, langkah mengajukan salah satu warisan budaya asli dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ini ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda merupakan langkah tepat.
 
"Saya terus mendoakan agar gelar budaya reog dapat terus lestari dan mendunia," ujar pria yang akrab disapa Ibas itu, dilansir Antara, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Ibas datang ke Ponorogo pada akhir pekan lalu untuk melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi. Dia berdialog dengan warga Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo, yang dipusatkan di Lapangan Krida Baskoro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Khawatir 'Dicaplok' Malaysia, Seniman Surabaya Desak Pemerintah Daftarkan Reog ke UNESCO
 
Ibas didampingi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono disuguhi tarian 14 dadak merak (reog Ponorogo). Lalu, keduanya menyempatkan diri meninjau pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diikuti pelaku usaha dari kawasan setempat.
 
Beberapa UMKM yang ikut antara lain batik ciprat, kerajinan kain perca, ukiran, lukisan kaligrafi, lukisan biasa, dan kerajinan reog.
 
Pemerintah sudah mengajukan kesenian Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia pada 18 Februari 2022. Kepastian itu disampaikan Menko PMK Mihasjir Effendy, pada Kamis, 7 April 2022.
 
Sebelumnya, Muhadjir juga mengungkapkan, pemerintah Malaysia berencana mengajukan kesenian Reog sebagai kebudayaan negaranya ke UNESCO. Hal ini membuat seniman Reog di Ponorogo turun ke jalan dan menuntut pemerintah segera mendaftarkan Reog ke UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
 
Kesenian Reog Ponorogo sudah mengakar di Indonesia dan diakui sebagai warisan budaya tak benda sejak tahun 2013. Selama kurun waktu 4 tahun berjalan, pemerintah sudah melengkapi dan menyempurnakan persyaratan untuk diusulkan ke UNESCO.
 
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif